Santri Tutup Telinga Saat Dengar Musik Dibela Putri Gus Dur

  • Bagikan
Santri Tutup Telinga
Santri Tutup Telinga

HARIAN.ID – Santri Tutup Telinga Saat Dengar Musik Dibela Putri Gus Dur Seperti diketahui Apabila salah satu video yang memperlihatkan beberapa santri tutup telinga di saat mereka sedang mendengarkan lantunan Musik Barat pada acara vaksinasi covid-19 langsung viral di media sosial dan menimbulkan kontroversi di kalangan politikus dan pembesar di Indonesia.

Video viral santri tutup telinga memang menimbulkan kontroversi ada yang menganggap jika hal ini menjadi indikator pembelajaran yang salah yang bisa menimbulkan kontroversi terutama untuk masalah musik dan salah seorang yang mengkritisi diantaranya adalah deddy Corbuzier dan beberapa artis lain. Akan tetapi ada juga yang membela terkait santri tutup telinga salah satunya Putri Gusdur yaitu Yenny Wahid.

Yenny Wahid menegaskan apabila video viral Ini seharusnya tidak boleh menjadi masalah dikarenakan menurutnya tidak ada indikator dalam video tersebut santri tutup telinga akan menjadi seorang teroris apalagi terpapar radikalisme. Malahan menurut Yenny Wahid, apabila memang benar santri tersebut adalah santri tahfid Alquran, memang ada metode yang diberlakukan kepada mereka salah satunya harus dengan ketika menghafal Alquran.

Santri Tutup Telinga

Seperti diketahui Apabila salah satu video saat ini tengah trending dan menjadi perbincangan netizen yaitu memperlihatkan sejumlah santri yang sedang melakukan kegiatan vaksinasi covid19 langsung menutup telinga di saat mendengar alunan musik barat di salah satu gedung.

Malahan orang yang mereka dalam video mengatakan apabila santrinya akan langsung refleks menutup telinga ketika ada musik dan Hal ini bertujuan untuk menjaga diri dari hafalan.

Pembelaan Yenny Wahid

Putri Gus Dur atau Presiden Republik Indonesia ke-4 abdurrahman Wahid yaitu Yenny Wahid langsung memberikan statement pada video viral santri tutup telinga.

Menurut Yenny Wahid apabila pemandangan santri yang sedang menutup telinga ketika mendengar musik diputar Bukankah tanda jika santri ini terpapar radikalisme atau terorisme.

Apalagi menurut yenny Wahid, kegiatan ini dikatakan salah satu metode pembelajaran hafalan Alquran terutama jika di suruh oleh gurunya supaya bisa fokus menghafal Alquran maka pastinya sangat tidak salah dan dipastikan mereka akan langsung otomatis melakukan konsentrasi penuh sehingga ketika mendengar musik akan langsung tutup telinga.

“Jadi Apabila santri ini oleh gurunya diprioritaskan untuk bisa fokus pada hafalan Alquran dan gurunya meminta untuk tidak mendengarkan musik hal ini bukan indikator jika mereka radikal,” tegas Yenny Wahid kepada awak media.

Yenny Wahid pada kesempatan tersebut malah mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Indonesia supaya tidak mau peruncing keadaan dan keterbelahan masyarakat dan ia meminta dan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk saling mengerti satu dengan yang lain.

“Gini saja, mari kita lebih proporsional dalam menilai orang lain jangan kita dengan gampang memberi cap seseorang itu adalah radikal, seseorang itu adalah kafir, dan lain sebagainya,” tegas Yenny Wahid.

Malahan Yenny Wahid sangat bahagia dan senang ketika melihat para guru dan santri mengatur agar mereka difasilitasi dikarenakan dengan vaksin mereka bukan hanya bisa melindungi dirinya sendiri akan tetapi mereka bisa melindungi orang yang ada di sekitar dari ancaman coVid19.

Selanjutnya menurut Yenny Wahid, bagi santri yang menghafal Alquran bukanlah sesuatu yang memang mudah dikarenakan mereka harus mempunyai butuh suasana Hening dan tenang dan konsentrasi yang sangat tinggi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *