Sejarah Singkat Maulid Nabi Muhammad SAW Yang Wajib Diketahui

  • Bagikan
Maulid Nabi IGhaditsmedia
Maulid Nabi IGhaditsmedia

HARIAN.ID – Sejarah Singkat Maulid Nabi Muhammad SAW Yang Wajib Diketahui Pada hari Senin 18 Oktober 2021, umat muslim di berbagai penjuru dunia termasuk di Indonesia sebentar lagi akan memperingati hari besar Islam atau HBI yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi salah satu peringatan yang yang sudah berlangsung dari dulu sampai sekarang untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sebagai rasul dan nabi utusan Allah SWT untuk umat muslim.

Maulid Nabi adalah hari diperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dimana dalam catatan sejarah termasuk salah satunya dalam kitab sejarah Maulid Nabi karya Ahmad Tsauri apabila perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya dilakukan kan di zaman sekarang ini akan tetapi sudah dilakukan oleh masyarakat Islam sejak tahun kedua Hijriyah.

Sejarah Singkat Maulid Nabi Muhammad SAW

Seperti dikutip dari laman nu.or.id, salah satu kitab Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa karya ulama besar nuruddin Ali apabila di dalam kitab tersebut dituliskan jika seorang bernama khaizuran di tahun 786 Masehi atau 170 ya adalah ibu dari Amirul Mukminin musa Al Hadi dan al-Rasyid.

Saat itu dirinya datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk yang ada di Madinah untuk mengadakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang saat itu berlangsung pertama kali di Masjid Nabawi.

Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diyakini lahir pada tanggal 12 rabi’ul Awwal tahun gajah atau pada tahun 570 masehi akan tetapi dalam catatan melalui kitab sejarah hidup Muhammad karya Muhammad Husein Haikal, ada beberapa pendapat lain yang menyatakan jika nabi Lahir 15 tahun sebelum peristiwa gajah akan tetapi jumhur ulama menegaskan jika Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 rabi’ul Awwal tahun gajah.

Malahan ada juga yang mengatakan apabila nabi dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan dan atau beberapa tahun sesudah tahun gajah dan ada yang menafsirkan 30 tahun dan juga ada yang menghasilkan sampai 70 tahun.

Di Jazirah Arab sendiri, sebelum agama Islam didakwahkan oleh Nabi Muhammad sering disebut sebagai zaman Jahiliyah atau di masa ketidaktahuan sesat dan juga bodoh, malahan menurut muhammad Quraish Shihab di dalam kitabnya Al Misbah atau Lentera Hati yang dikarang pada tahun 2007 dimana pada saat itu Jazirah Arab kerap dilekatkan dengan keputusan Allah sWT yang menurunkan Rasul terakhirnya di tanah tersebut.

Profesor Quraish Shihab di dalam tafsirnya mengatakan apabila Mekkah sebagai tempat kelahiran Nabi menjadi pusat hijaz yang jadi simpul pertemuan di antara para pedagang dan juga seniman dari berbagai penjuru dunia dan selanjutnya Muhammad berasal dari suku Quraisy yang berpengaruh di kota Mekkah dimana suku tersebut mempunyai dua keluarga besar yaitu Bani Hasyim dan Bani Umayyah.

Keluarga Hasyim terkenal sangat gagah, simpati, dan religius namun untuk keluarga Bani Umayyah merupakan keluarga politikus yang pandai melakukan tipu daya tidak gagah dan pekerja yang ambisius.

Menurut Menurut Al-Aqqad dalam kitab Mathla’ Al-Nur menjelaskan disepakati oleh para sejarawan dan tidak dibantah bani Umayyah apabila setelah mereka berkuasa khazanah Maulid di Indonesia sekarang ini momen kelahiran Nabi Muhammad SAW yaitu pada tanggal 12 rabi’ul Awwal dan juga diperingati oleh muslim yang ada di berbagai penjuru dunia termasuk di Indonesia sebagai perayaan Maulid atau kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Berbeda di Indonesia, peringatan Maulid dilakukan dengan berbagai ekspresi Misalnya saja masyarakat Jawa merayakan acara Maulid dengan membaca Manaqib Nabi Muhammad melalui Kitab Maulid Barzanji, maulid simtudduror, kitab Diba, sampai Burdah.

Biasanya setelah membaca Manaqib Nabi Muhammad SAW maka masyarakat di Indonesia menyantap makanan bersama-sama yang disediakan dan dibuat secara gotong royong dan masyarakat Muslim Tidak hanya bergembira dalam perayaan kelahiran Nabi akan tetapi bersyukur atas teladan dan tuntunan yang dibawa oleh Rasulullah.

Di Indonesia dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memang sangat beragam di mana untuk Nahdlatul Ulama setiap tahun memperingati Maulid Nabi dan beberapa penganut madzhab lain tidak memperingatinya malah Terkadang Anda yang mengatakan jika hal tersebut adalah bid’ah.

Salah satu wilayah di Indonesia tepatnya di daerah Desa cikoang Kecamatan laikang Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan peringatan Maulid Nabi dirayakan dengan sangat meriah dan biasanya mereka menamakan maudu lompoa atau Maulid besar dimana dalam perayaan tersebut warga mengarah replika perahu Pinisi yang dihiasi beraneka ragam kain sarung yang dipamerkan di tepi sungai malahan acara ini menjadi salah satu objek wisata yang sangat keren.

Dalam acara tersebut terdapat sajian makanan khas dari sulawesi Selatan dengan tujuan supaya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadi berkah dan juga mengungkapkan rasa sayang kepada nabi terakhir akhir zaman yaitu Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *