Misteri Hilangnya Bupati Kuansing Saat Akan Ditangkap KPK Jadi Trending

  • Bagikan
Bupati Kuansing IGofficial.kpk
Bupati Kuansing IGofficial.kpk

HARIAN.ID – Misteri Hilangnya Bupati Kuansing Saat Akan Ditangkap KPK Jadi Trending Salah satu berita yang saat ini langsung mendadak trending yaitu soal hilangnya Bupati Kuansing ketika akan ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dikarenakan adanya dugaan melakukan kasus korupsi dan kabar ini langsung menjadi trending Google. Seperti diketahui apabila KPK melakukan gelar operasi tangkap tangan alias ott di kabupaten Kuantan Singingi atau Kuansing yang ada di Riau dan operasi ott dilakukan pada hari Senin 18 Oktober.

Di saat tim KPK melakukan operasi tangkap tangan mereka sebetulnya berhasil mengamankan Bupati Kuansing yaitu Andi Putra bersama 7 orang yang lain dalam operasi senyap akan tetapi ketika akan dilakukan penangkapan ternyata Bupati Kuansing menghilang.

Misteri Hilangnya Bupati Kuansing

Seperti diketahui apabila ott KPK di Kuansing ini sempat mengalami kendala dikarenakan Bupati Kuansing andi Putra hampir lolos dari penangkapan pihak KPK dan selanjutnya saat kejadian tersebut, bupati Andi Putra tidak ditemukan atau menghilang di saat akan diamankan oleh tim KPK di kediamannya yang ada di Kuansing.

Pada mulanya, tim terlebih dahulu resmi mengamankan general Manager PT adimulia agrolestari bernama Sudarso bersama beberapa rekannya diantaranya adalah Paino dan 2 orang sopir saat mereka akan keluar dari rumah pribadi milik Bupati Andi Putra dan selanjutnya untuk sosok Sudarso diduga kuat baru saja selesai menyerahkan uang kepada Andi Putra.

Setelah mereka sukses menangkap Sudarso bersama 3 orang lainnya, selanjutnya pihak KPK langsung mencari Andi Putra di dalam rumah untuk diamankan akan tetapi saat penggeledahan ternyata di rumah pribadinya tidak ada siapapun termasuk Andi Putra.

Menurut wakil ketua KPK, lili pintauli Siregar apabila mereka setelah memastikan adanya penyerahan uang kepada Bupati selanjutnya tim KPK berupaya turut mengamankan andi Putra akan tetapi di lokasi tidak ditemukan.

Selanjutnya tim KPK memperoleh informasi, apabila Andi Putra berada di rumah pribadinya yang ada di Pekanbaru dan selanjutnya tim kPK mendatangi langsung dan menyambangi kediaman bupati yang ada di Pekanbaru dan ternyata di lokasi tersebut sama sekali tidak ditemukan.

Selanjutnya tim KPK berupaya meminta bantuan kepada pihak keluarga Andi Putra dan selanjutnya pihak keluarga diminta untuk menghubungi bupati dan memberitahukan supaya dirinya dapat kooperatif dan Bupati ini diultimatum supaya mendatangi tim KPK di mapolda Riau.

Ternyata ketika diultimatum, sekitar jam 22.45 wib bupati bersama beberapa rekannya mendatangi Polda Riau udah selanjutnya tim KPK meminta sejumlah keterangan kepada pihak terkait dan usai dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya ditemukan bukti permulaan yang memang sudah sangat cukup, pihak KPK langsung menetapkan Andi Putra alias ap dan soedarso sebagai tersangka.

Selanjutnya bupati Kuansing setelah ditetapkan sebagai tersangka akhirnya mereka diamankan oleh pihak Kepolisian hal ini dari tim KPK.

Seperti diketahui apabila Andi Putra yaitu Bupati Kuansing diduga sudah menerima suap dengan uang sebesar 700 juta secara bertahap dari Sudarso tentang masalah pengurusan Izin perpanjang hgu sawit PT adimulia agrolestari di mana uang ratusan juta ini merupakan realisasi awal dari komitmen biaya yang sudah disepakati keduanya.

Atas perbuatan yang dilakukan Bupati Kuansing dan Sudarso, mereka ditetapkan sebagai tersangka dan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf A atau huruf b atau pasal 13 UU RI no 31 tahun 1999 terkait pemberantasan tindak pidana korupsi dengan nomor 20 tahun 2001 dan selanjutnya untuk Andi Putra sebagai penerima suhuf melanggar pasal 12 huruf a atau huruf B atau pasal 11 UU RI no 31 tahun 1999 terkait pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana sudah diubah melalui UU RI No 20 tahun 2001.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *