Survei Litbang Kompas Parpol Baru Tak Dikenal Publik

  • Bagikan
Parpol Baru Tak Dikenal Publik
Parpol Baru Tak Dikenal Publik

HARIAN.ID – Survei Litbang Kompas Parpol Baru Tak Dikenal Publik Belum lama ini media Kompas merilis pemberitaan terkait hasil survei Litbang Kompas di bulan Oktober 2021, di mana dalam rilisnya memperlihatkan apabila masyarakat Indonesia ternyata terkait parpol baru tak dikenal publik dan dipastikan kan akan mengalami banyak rintangan ketika partai politik baru ini akan ikut dalam Kancah Pilpres dan pemilu 2024. Dalam hasil survei Kompas tersebut dituliskan apabila masyarakat belum banyak yang mengenal dan mengetahui partai politik baru dan juga partai non parlemen yang saat ini sedang menjamur di Indonesia.

Parpol baru tak dikenal publik sepertinya sangatlah wajar dikarenakan sekarang ini, indonesia sedang berhadapan dengan covid-19 sehingga partai politik baru dan juga partai non parlemen sangat kesulitan untuk memberikan informasi dan sosialisasi terkait partai mereka kepada khalayak ramai. Malahan di dalam survei dari pihak Kompas apabila sebanyak 83% responden mereka mengaku tidak tahu sama sekali terkait beberapa partai baru dan juga partai non parlemen dan selanjutnya hanya 17 responden yang sudah mengenalnya.

Seperti dikutip media Kompas apabila tingkat pengenalan masyarakat Indonesia pada beberapa partai baru terbilang sangat rendah di mana salah satunya partai yang dikenal hanyalah partai gelombang rakyat atau biasa disebut partai Gelora yang menembus angka 4,3 persen saja dan selanjutnya untuk beberapa partai tidaklah banyak.

Parpol Baru Tak Dikenal Publik

Di bawah ini adalah beberapa persentase yang diketahui oleh masyarakat Indonesia untuk beberapa partai politik baru dan Partai non parlemen ya memang saat ini tengah menjamur di Indonesia menjelang Pilpres 2024 yang akan datang.

Partai Gelora

Untuk partai ini berada ada di atas puncak dan menjadi salah satu partai yang sangat dikenal oleh masyarakat walaupun termasuk salah satu partai baru dan Partai gelombang rakyat memperoleh 4,3 persen dari koresponden masyarakat yang mengetahuinya.

Partai Masyumi

Selanjutnya partai kedua yang dikenal oleh masyarakat walaupun tidak banyak yang mengetahuinya di mana partai yang mengklaim berazaskan Islam mendapatkan 2,7 persen.

Partai Indonesia damai

Selanjutnya partai baru yang diketahui oleh masyarakat Indonesia adalah Partai Indonesia damai di mana partai baru ini mendapatkan 2,4 persen.

Partai umat

Salah satu partai besutan Amien Rais tersebut mendapatkan 2,1 persen sehingga pastinya dengan angka mini ini harus diperjuangkan sekuat tenaga supaya dikenal oleh masyarakat.

Partai Nusantara

Selanjutnya partai baru yang ada di Indonesia bernama partai Nusantara dan partai ini hanya memperoleh 1,6 persen.

Partai usaha kecil menengah

Partai yang mengklaim Apabila mereka akan memperjuangkan UMKM dan juga buruh tersebut hanya dikenal oleh masyarakat sekitar 1,2 persen.

Partai adil makmur

Partai yang mengharapkan keadilan di Indonesia semakin membaik ini dikenal oleh masyarakat hanya 1%.

Partai era masyarakat Sejahtera

Selanjutnya memasuki Partai baru yang memang kurang dikenal oleh masyarakat adalah partai era masyarakat Sejahtera di mana partai tersebut memperoleh 0,4 persen.

Partai Negeri daulat Indonesia

Partai ini menjadi salah satu partai yang minim dikenal dikarenakan hanya memperoleh 0,3 persen.

Partai cinta

Selanjutnya partai yang paling sangat tidak dikenal publik adalah partai cinta akan tetapi pastinya walaupun sedikit ada beberapa orang yang mengetahuinya dan partai ini memperoleh 0,1 persen.

Selanjutnya dari hasil yang sama memperlihatkan sebanyak 53% responden mengatakan apabila mereka tidak tertarik menjadikan partai baru tersebut menjadi pilihan di dalam pemilihan umum 2024 yang akan datang, selanjutnya 19,5 persen dari responden yang tertarik.

Untuk sisanya 2,3 persen dari responden yang sangat tertarik untuk memilih partai baru dan selanjutnya 6,3 persen dari responden mengatakan sangat tidak tertarik dan selanjutnya 18,9 persen dari responden yang dihimpun Litbang Kompas melalui survei menjawab tidak tahu.

  • Bagikan