2 Tahun Kinerja Jokowi Dianggap Stabil Oleh SMRC

  • Bagikan
2 Tahun Kinerja Jokowi
2 Tahun Kinerja Jokowi

HARIAN.ID – 2 Tahun Kinerja Jokowi Dianggap Stabil Oleh SMRC  Setelah mendapatkan pujian dari Profesor Singapura terkait 2 tahun kinerja Jokowi yang dianggap sudah sangat baik terutama bisa menyatukan politikus yang tadinya lawan menjadi kawan, selanjutnya Belum lama ini peneliti smrc yaitu Saidiman Ahmad memberikan penjelasan tentang 2 tahun presiden Jokowi terkait tingkat kepuasan publik kepada sosok orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Menurut Saidiman Ahmad selaku peneliti dari smrc, apabila 2 tahun kinerja Jokowi dianggap sudah stabil dimana tingkat kepuasan publik menilai kinerja Joko Widodo dan ma’ruf amin dalam 2 tahun ini aman dan relatif stabil. Dimana menurut pihak smrc, apabila Jika dilihat dari grafik kepuasan publik kepada Jokowi Ma’ruf amin relatif stabil naik turun sehingga tidak ada perbedaan signifikan yang lebih mencolok.

2 Tahun Kinerja Jokowi

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh peneliti smrc apabila untuk kepuasan publik kepada sosok Presiden Jokowi atas kinerja nya menjadi presiden RI yaitu mendapatkan 68,5% akan tetapi jika dibandingkan dengan survei yang sama 6 bulan sebelumnya tepatnya di bulan Maret 2021 memang terdapat penurunan terkait tingkat kepuasan publik dikarenakan saat itu mencapai 77%.

Menurut Saidiman ketika dirinya menghadiri diskusi virtual berjudul 2 tahun Jokowi Ma’ruf di luar dipuji di dalam dicaci apabila kekuasaan publik masih signifikan naik dan turun sehingga masih dalam posisi aman bagi presiden Jokowi walaupun terdapat penurunan yang tadinya 77% tingkat kepuasan publik dan untuk yang terbaru 68,5 persen.

Sementara itu dalam kaitan terkait persepsi jika kondisi politik memburuk tetapi untuk masalah keamanan meningkat pihak smrc menemukan dalam 2 tahun terakhir ini ada 26,8% padahal untuk survei di bulan September 2019 untuk masalah politik dinyatakan baik yaitu 41%.

Menurut saidiman apabila penurunan ini dikarenakan munculnya sejumlah masalah diantaranya manuver elit yang berbicara amandemen konstitusi di mana salah satunya berisi ingin mengambil kesempatan publik untuk memilih langsung pemimpin termasuk masalah disrupsi politik yang dialami Partai Demokrat.

Sehingga dengan adanya masalah tersebut publik pun merespon dengan memberikan penilaian atau menurunkan ekspektasi terhadap situasi dan kondisi politik sekarang ini di Indonesia walaupun pastinya untuk masalah penegakan hukum dan selanjutnya masalah keamanan dianggap relatif stabil dan tidak seburuk perkembangan perspektif politik malahan trennya semakin meningkat.

Tercatat pada survei Oktober 2020 untuk keamanan dan hukum publik menilai 53,4 persen dan yang terbaru ternyata meningkat mencari 61,3 persen sehingga tingkat kepuasan dalam masalah hukum terbilang sangat puas.

Selanjutnya untuk masalah penegakan hukum publik menilai sangat baik yaitu mendapatkan 44,8 persen gimana tahun yang lalu hanya 41,8 persen sehingga hal ini menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi pemerintahan presiden Jokowi dan KH Ma’ruf amin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *