UMP Jakarta 2022 Paling Tinggi Minimal Rp 4,45 juta

  • Bagikan
UMP Jakarta 2022
UMP Jakarta 2022

HARIAN.ID – UMP Jakarta 2022 Paling Tinggi Minimal Rp 4,45 juta Belum lama ini pihak Kementerian Ketenagakerjaan resmi ketok palu dan menghubungkan terkait hasil penghitungan penyesuaian nilai upah minimum provinsi atau biasa dikenal dengan UMP dan juga meresmikan upah Minimum Kabupaten Kota atau UMK untuk tahun 2022. Pada UMP terbesar di tahun yang akan datang dipastikan DKI Jakarta menjadi provinsi dengan UMP tertinggi yaitu mencapai Rp 4,45 juta dan yang paling rendah yaitu provinsi Jawa Tengah dimana UMP hanya sekitar Rp 1,81 juta.

UMP Jakarta 2022 dipastikan menjadi provinsi yang paling tinggi terkait upah minimum provinsi dikarenakan UMP minimal mencapai Rp 4.453.724. Maka pastinya bagi para pekerja dengan adanya peraturan pemerintah tersebut bisa memberikan gaji yang lebih besar. Untuk UMP dan UMK terbaru di tahun 2002 sudah disesuaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan juga sudah sesuai dengan formula peraturan pemerintah dengan nomor 36 tahun 2021 terkait masalah pengupahan.

Selanjutnya berdasarkan dari aturan pemerintah tersebut maka penetapan upah berdasarkan kondisi ekonomi dan juga Ketenagakerjaan maka dihasilkan untuk UMP paling rendah terjadi bagi para pekerja yang ada di Jawa Tengah di mana mereka mendapatkan UMP minimal Rp 1.813.011 dan selanjutnya yang paling tinggi adalah UMP dKI Jakarta yaitu mencapai Rp 4.453.724.

UMP Jakarta 2022 Paling Tinggi Minimal Rp 4,45 juta

Selanjutnya untuk rata-rata penyesuaian UMP di tahun yang akan datang yaitu mencapai 1,09 persen dan hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja ya itu indah Anggoro Putri.

Selanjutnya masih berpatokan melalui Data yang sama ternyata untuk pertumbuhan ekonomi tertinggi di daerah Maluku Utara dengan kenaikan mencapai 12,76 persen dan pertumbuhan ekonomi terendah yaitu di daerah Bali yaitu minus 5, 83%. Selanjutnya untuk kenaikan harga barang atau inflasi tertinggi terjadi di daerah Bangka Belitung mencapai 3,29 % dan inflasi paling rendah yaitu di Papua mencapai -0,40%.

Selanjutnya dari 24 provinsi terdapat 4 provinsi yang mempunyai nilai UMP di tahun ini lebih tinggi dari batas atas upah minimum sehingga menghasilkan upah minimum di daerah tersebut di tahun yang akan datang nilainya tetap sama dengan upah minimum di tahun ini yaitu tidak ada kenaikan.

4 provinsi yang tidak naik diantaranya Sumatera Selatan dengan upah minimum mencapai Rp 3.144.446, selanjutnya Sulawesi Utara dengan upah minimum Rp 3.310.723, selanjutnya Sulawesi Selatan dengan upah minimum Rp 3.165.876, dan terakhir Sulawesi Barat dengan upah minimum Rp 2.678.863.

Untuk penetapan upah tahun 2022 dipastikan berbeda formulanya dengan penetapan upah di tahun 2021 di mana penetapan upah berdasarkan peraturan pemerintah nomor 36 tahun 2021 yaitu berdasarkan:

Yang pertama, upah bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja 1 tahun atau lebih berpedoman kepada struktur dan skala upah

Kedua, upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan Ketenagakerjaan di antaranya meliputi paritas daya beli atau keseimbangan kemampuan berbelanja, tingkat penyerapan tenaga kerja dan dan upah margin antara 50% upah gaji tertinggi dan 50% terendah dari karyawan di posisi atau pekerjaan tertentu.

Ketiga, upah disesuaikan setiap tahun dengan batas atas dan bawah dimana batas atas ditentukan berdasarkan rata-rata perkapita dan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga yang bekerja di setiap rumah tangga.

Keempat, mat yaitu adanya syarat tertentu diantaranya meliputi pertumbuhan ekonomi daerah atau inflasi di kabupaten kota yang bersangkutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *