Polisi Melarang Reuni 212 Dilakukan di Patung Kuda

  • Bagikan
Polisi Melarang Reuni 212
Polisi Melarang Reuni 212

HARIAN.ID – Polisi Melarang Reuni 212 Dilakukan di Patung Kuda Pihak Polda Metro Jaya resmi melakukan larangan dan juga ancaman kepada siapapun peserta dan panitia yang nekat menggelar reuni 212 di area patung kuda. Polisi memastikan Bagi siapapun yang nekat maka mereka akan ditangkap dikarenakan tidak memperoleh izin sehingga sangat direkomendasikan tidak dilakukan di kawasan patung kuda Arjuna Wiwaha yang ada di daerah Jakarta Pusat.

Larangan melakukan reuni 212 di patung kuda hal ini langsung diungkapkan oleh Kombes Indra Zulfan selaku Kabid humas Polda Metro Jaya kepada awak media Belum lama ini. Dimana polisi melarang keras bagi siapapun untuk melakukan reuni tersebut di kawasan patung kuda Arjuna Wiwaha dan bagi yang menantang atau melakukan aksi di area tersebut maka polisi akan menindak tegas kepada peserta dan panitia dan dipastikan akan ditangkap karena memang tidak memperoleh izin.

Menurut Kabid humas Polda Metro Jaya jika siapapun memaksakan diri dalam melakukan kegiatan tersebut maka pihak kepolisian akan menerapkan ketentuan hukum yang berlaku kepada mereka yang memang kekeh ingin melakukan kegiatannya tersebut.

Polisi Melarang Reuni 212 Dilakukan di Patung Kuda

“Jika mereka memaksa untuk melakukan kegiatan tersebut, maka kami akan menerapkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku kepada mereka yang memang memaksa,” tegas Zulpan kepada awak media.

Menurut Kabid humas Polda Metro Jaya apabila siapapun pihak yang nekat untuk tetap melangsungkan reuni 212 di daerah patung kuda Arjuna Wiwaha, maka mereka berpotensi akan melanggar tidak pidana dan selanjutnya Kepolisian dapat menjeratnya dengan pasal 212 sampai pasal 216 kitab undang-undang pidana KUHP.

Seperti diketahui apabila acara reuni Pa 212 pertama kali akan berlangsung di daerah patung kuda yang ada di jakarta Pusat akan tetapi dikarenakan tidak memperoleh izin dari pihak kepolisian dikabarkan acara tersebut akan berlangsung di masjid az-zikra yang ada di daerah Sentul Kabupaten Bogor namun mendapatkan pertentangan dari beberapa pemangku kebijakan dikarenakan Salah satunya yaitu masalah covid-19.

Acara reuni 212 yang tidak memperoleh izin dari pihak yang berwajib yang akan berlangsung di Jakarta tersebut ternyata tidak menyurutkan bagi alumni dimana menurut pengakuan panitia salah satunya ketua panitia reuni 212 yaitu Eka Jaya apabila mereka melihat situasi dan perkembangan yang sekarang ini ada dan selanjutnya masukan dari sejumlah ulama dan Umar maka acara cara akan berlangsung melalui bentuk aksi super damai.

Dalam acara aksi super damai 212 yang dikabarkan akan berlangsung di daerah patung kuda Pada hari Kamis mulai jam 8 sampai jam 11 dan selanjutnya acara ini wajib menjaga protokol kesehatan dan juga mengenakan ciri khas alumni 212.

Selanjutnya acara ini pun dikonfirmasi oleh steering committee reuni 21 dua yaitu Slamet Ma’arif di mana Dirinya menegaskan apabila acara akan berlangsung di area patung kuda dengan aksi super damai yaitu menyatakan pendapat di depan umum dengan tuntutan membela ulama selanjutnya membela MUI dan ganyang koruptor.

Menurut Slamet Ma’arif berdasarkan undang-undang nomor 9 tahun 1998 apabila acara ini cukup hanya memberikan pemberitahuan saja bukan meminta izin dan selanjutnya mereka akan melakukan koordinator bersama tim lapangan dan malahan telah melayangkan ke Polda Metro Jaya.

Akan tetapi sepertinya acara reuni 212 tidak akan berlangsung dengan mulus dikarenakan Kabid humas Polda Metro Jaya yaitu Kombes Hendra Zulfan memberikan penegasan Apabila pihak kepolisian akan menindak tegas terhadap panitia dan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut jika dilakukan di kawasan patung kuda Arjuna Wiwaha di Jakarta Pusat karena tidak memperoleh izin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *