Fakta Predator Seksual Anak Modus Game Free Fire

  • Bagikan
Fakta Predator Seksual Anak Modus Game Free Fire
Fakta Predator Seksual Anak Modus Game Free Fire

HARIAN.ID – Fakta Predator Seksual Anak Modus Game Free Fire Direktorat tindak pidana siber bareskrim Polri diketahui resmi menangkap Predator seksual anak melalui game online free Fire dimana pria tersebut berinisial S yang ternyata mencari korban anak-anak yaitu anak usia 9-11. Terdapat beberapa fakta yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber di internet tentang Predator seksual anak modus game free fire yang saat ini tengah menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial.

Predator seksual game free Fire telah ditangkap oleh pihak kepolisian dan berinisial S ternyata tersangka menyasar anak di bawah umur dengan memanfaatkan salah satu game online dan hal ini menjadi temuan baru bagi pihak Kepolisian dan pertama kali kasus ini terbongkar yaitu setelah pihak kepolisian mendapatkan surat dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia dengan nomor 851/5/KPAI/VIII/2021 tertanggal 23 Agustus 2021 tentang aduan konten negatif.

Selanjutnya pihak kepolisian langsung menerbitkan laporan tipe A dengan nomor LP/A/0574/IX/2021/SPKT.Dittipidsiber Bareskrim tanggal 22 September untuk memulai pemusatan dari laporan tersebut.

Fakta Predator Seksual Anak Modus Game Free Fire

Berikut adalah beberapa fakta yang berhasil kami rangkum tentang kejahatan cyber yang dilakukan oleh oknum berinisial S yang melakukan seks pada anak di bawah umur dengan memanfaatkan game online free Fire.

Kronologi

Pihak kepolisian menceritakan pada bulan Agustus 2021 orang tua berinisial d berusia 9 tahun ingin mengecek ponsel milik anaknya akan tetapi di saat hendak melakukan ternyata anaknya meminta orang tuanya untuk menunggu terlebih dahulu sehingga membuat orang tuanya langsung curiga.

Ketika smartphone diperiksa orang tua D menemukan video porno dan percakapan Melalui aplikasi WhatsApp dengan konten dewasa dan diketahui apabila korban berusia 9 tahun dikirimkan video tersebut dari temannya bernama Reza.

Modus game free Fire

Menurut Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Reinhard Hutagaol apabila tersangka s memulai aksinya untuk mencari korban melalui game free Fire dalam permainan tersebut dirinya menggunakan nama samaran yaitu akun bernama Reza dan selanjutnya tersangka mulai bermain game dan mengobrol melalui fitur chat kepada korban dan selanjutnya tersangka meminta korban membuat konten pornografi dan ternyata korban mau mengikuti ti dikarenakan iming-iming dibelikan GEMS dan juga ancaman.

Dipaksa vcs

Menurut dia kepolisian korban setelah diiming-imingi sebutkan keuntungan dari game tersebut yaitu Diamond dan selanjutnya nya ancaman dimana pelaku menjadikan korban memberikan 600 Diamond atau seharga Rp100.000 akan tetapi Diamond ini akan diberikan jika korban melakukan video telanjang atau porno dan juga melakukan video call atau vcs.

Dipastikan menurut kepolisian apabila tersangka melakukan pemaksaan untuk melakukan PTS melalui WhatsApp dan selanjutnya korban mengancam jika tidak menuruti kemauannya apa yang dikirimkan akan disebarkan.

Ada 11 korban

Dari pengakuan pihak kepolisian sang Predator seksual melakukan kejahatan sampai dengan 11 korban yang usianya sekitar 9 sampai 11 tahun dan semuanya berjenis kelamin perempuan.

Diketahui apabila korban berasal dari berbagai wilayah diantaranya Sumatera Jawa Kalimantan Papua sampai Sulawesi.

  • Bagikan