Klarifikasi JNE Usai Diboikot Akibat Lowongan Kerja

  • Bagikan
Klarifikasi JNE
Klarifikasi JNE

HARIAN.ID – Klarifikasi JNE Usai Diboikot Akibat Lowongan Kerja Belum lama ini netizen ramai-ramai sebuah Tagar boikot JNE malahan sampai saat ini menjadi trending di media sosial terutama Twitter terutama semenjak hari Selasa 6 Desember. Netizen memboikot jasa ekspedisi JNE ternyata dikarenakan masalah lowongan pekerjaan sehingga sehingga dikarenakan tidak ingin masalah tersebut berlarut panjang, belum lama ini pihak JNE langsung memberikan klarifikasi.

Klarifikasi JNE usai di boikot akibat lowongan kerja menjadi di wacana tersendiri bagi netizen di media sosial dimana hal ini pertama kali bermula di saat beredarnya pamflet online lowongan pekerjaan sebagai kurir JNE Express yang di dalamnya terdapat syarat pelamaran yaitu wajib beragama Islam.

Banyak dari warga net yang menilai apabila lowongan pekerjaan yang dirilis oleh perusahaan ekspedisi pengiriman JNE dengan syarat harus beragama Islam merupakan sebuah ciri diskriminatif yang sudah dilakukan oleh perusahaan ekspedisi tersebut.

Pada selembaran pamflet online tertulis jelas apabila kurir yang akan ditempatkan di wilayah Tamiang Layang kecamatan Dusun Timur kabupaten Barito Timur di Kalimantan Tengah dalam persyaratan diwajibkan harus beragama Islam.

Klarifikasi JNE

Eri palgunadi selaku VP of Marketing JNE memberikan penjelasan apabila kejadian tersebut adalah pelanggaran terhadap standar operasional prosedur dan juga pelanggaran

Dan juga pelanggaran pada nilai-nilai perusahaan yang selama ini menjunjung terkait keberagaman dan perbedaan dan selanjutnya diketahui apabila lowongan pekerjaan ini dimuat Mitra yaitu perusahaan CV bangun benua Lestari.

Oleh sebab itu, pihak manajemen JNE secara tegas langsung melakukan pemutusan kerjasama dengan pihak Mitra terkait akibat pamflet online lowongan kerja yang memang tidak sesuai dengan standar SOP dari perusahaan ekspedisi JNE.

“Kita memberikan sanksi yaitu dengan melakukan pemutusan hubungan kerja dengan pihak Mitra tersebut. Selanjutnya kami yakin kan apabila pamflet lowongan kerja bukan berasal dari kami dan hal ini sudah menyalahi sop,” kata Eri Palgunadi

Selanjutnya untuk karyawan yang ada kaitannya dengan kasus tersebut dari pengakuan Eri Palgunadi, apabila pihaknya akan melakukan pemutusan hubungan kerja dan hal ini sebagai bukti apabila perusahaan JNE selalu menghargai perbedaan dan keragaman di Indonesia.

Selanjutnya menurut Eri, apabila perusahaan jasa pengiriman JNE sangat berkomitmen terkait toleransi dan keberagaman dikarenakan perusahaan mereka dibangun oleh manajemen dan karyawan yang berasal dari beragam suku bangsa ras sampai agama.

Selanjutnya perusahaan ekspedisi JNE memastikan sangat Memegang teguh nilai toleransi dan hal ini sangat dikedepankan oleh perusahaan ekspedisi JNE dan merekapun menerapkan nilai agama dan suku yang direalisasikan dalam bentuk aspek pada aktivitas perusahaan, mulai dari kegiatan keagamaan karyawan selanjutnya apresiasi perjalanan ibadah untuk karyawan dengan masa kerja 10 tahun yaitu perjalanan umroh sampai Tour wisata religi dan banyak lagi aktivitas lainnya.

Sehingga dengan adanya klasifikasi dari perusahaan ekspedisi JNE setelah mereka di boikot akibat lowongan kerja bisa menjadi informasi bagi netizen apabila pihak perusahaan JNE sangat menghormati dan menghargai perbedaan agama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *