Polisi Segel Kantor Pemuda Pancasila Yang Tempati Lahan Negara

  • Bagikan
Kantor Pemuda Pancasila Disegel
Kantor Pemuda Pancasila Disegel

HARIAN.ID – Polisi Segel Kantor Pemuda Pancasila Yang Tempati Lahan Negara Pihak kepolisian Belum lama ini resmi menyegel aset negara yaitu bangunan yang ada di Jalan Letjen Suprapto tepatnya di daerah Kemayoran Jakarta Pusat yang ternyata sebelumnya dikuasai oleh Pemuda Pancasila. Dikarenakan lahan tersebut merupakan lahan negara akhirnya polisi segel kantor pemuda pancasila dan dalam aksi tersebut tidak ada perlawanan dari ormas PP.

Polisi segel kantor pemuda pancasila yang tempati lahan negara dikarenakan hal ini sudah berlangsung lama dimana dari pihak Kepolisian, apabila tanah yang ada di di Jalan Letjen Suprapto Kemayoran Jakarta Pusat yang dikuasai oleh Pemuda Pancasila ternyata bukan milik mereka dimana bangunan kantor tersebut diketahui dikelola oleh lembaga manajemen aset negara terkait permasalahan kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia.

Menurut Wakapolres metro Jakarta Pusat yaitu AKBP Setyo Koes Heriyanto, apabila langkah yang sudah dilakukan oleh pihak lembaga manajemen aset negara ternyata cukup panjang yaitu mereka telah melakukan negosiasi sebanyak 2 kali akan tetapi tidak menemukan jalan yang pasti dan selanjutnya dikarenakan tidak menemui titik terang, pihak LMAN pada akhirnya melaporkan masalah tersebut kepada pihak Kepolisian.

Polisi Segel Kantor Pemuda Pancasila Yang Tempati Lahan Negara

Selanjutnya pihak kepolisian setelah mendapatkan laporan mereka berangkat bersama LMAN dan pihak yang terkait untuk melakukan penyegelan pada bangunan yang berdiri di atas tanah milik negara.

Menurut AKBP Setyo apabila bangunan tersebut saat ini resmi disegel dan diberikan garis polisi dan selanjutnya akan diproses oleh pihak yang terkait.

Menurut AKBP Setyo apabila bangunan Pemuda Pancasila dikuasai oleh ormas PP senjata tahun 2014 dan selanjutnya dijadikan sebagai kantor dan pada akhirnya pihak kepolisian selain melakukan penyegelan bangunan akan tetapi polisi turut menyita beberapa barang bukti diantaranya sertifikat hak guna bangunan.

Walaupun begitu, pihak kepolisian belum menetapkan terkait tersangka Untuk masalah ini dikarenakan menurut AKBP Setyo langkah pertama yang dilakukan oleh Polisi yaitu mengamankan aset dan selanjutnya dilakukan penelitian lebih lanjut terkait Siapa yang harus bertanggung jawab dan untuk kasus ini nantinya tersangka bisa dikenakan dengan pasal 167 KUHP.

“Pastinya untuk aset tersebut kami harus melakukan penelitian lebih lanjut tentang siapa yang nantinya bertanggung jawab. Selanjutnya untuk kantor PP yang sejatinya merupakan aset negara nanti kalau sudah ada orang yang bertanggung jawab Kami akan kenakan pasal 167 KUHP,” tegas AKBP Setyo.

Seperti diketahui apabila ormas Pemuda Pancasila belakangan menjadi perhatian warganet dan juga masyarakat di Indonesia setelah beberapa aksi yang mereka lakukan salah satunya aksi tawuran bersama ormas FBR dan hal ini ternyata langsung membuat resah beberapa kalangan di masyarakat. Bukan hanya itu saja, sebelumnya ormas PP sempat memukuli dan mengeroyok polisi ketika mereka melakukan aksi demo sehingga ada beberapa anggota PP yang harus diamankan oleh Polisi.

  • Bagikan