Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar Sumut Auto Dilaporkan Ke Polisi

  • Bagikan
Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar Sumut
Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar Sumut

HARIAN.ID – Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar Sumut Auto Dilaporkan Ke Polisi Kabar yang saat ini tengah heboh menjadi perbincangan netizen di medsos yaitu perlakuan gubernur Sumatera Utara Edy rahmayadi kepada seorang pelatih billiard asal Sumatera Utara bernama Khairudin Aritonang dengan cara dijewer dan dipermalukan langsung mendadak menjadi permasalahan yang sangat pelik dikarenakan korban yang tidak senang dengan perlakuan tersebut akan melaporkan kejadian ini kepada pihak Kepolisian polda Sumatera Utara.

Edy rahmayadi pelatih biliar Sumut ternyata Kejadian ini langsung berbuntut panjang, dikarenakan korban Khairudin Aritonang dipastikan akan melaporkan kasus tersebut kepada pihak Polda Sumatera Utara. Pria yang biasa dikenal dengan sebutan coki akan membuat laporan kepada pihak kepolisian dengan dasar perbuatan tidak menyenangkan yang sudah dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara kepada dirinya karena telah menjadi R di muka umum disaat dirinya berada di aula Tengku Rizal Nurdin.

Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar Sumut Auto Dilaporkan Ke Polisi

Menurut coki, apabila dirinya sudah sangat sabar atas perlakuan yang dilakukan kan oleh Gubernur Sumatera Utara namun dikarenakan rasa malu Yang berlebih akibat perbuatan sangat tidak menyenangkan dengan cara menjewer dirinya dan selanjutnya memarahi dan memperlakukan dirinya di depan umum hal tersebut sudah sangat menyakitkan.

Choki mengaku sebelum dirinya melakukan tindakan melaporkan Gubernur Edy rahmayadi ternyata ia sempat melakukan konsultasi dengan adiknya yang juga alumni Fakultas Hukum terkait masalah yang ia hadapi dan disimpulkan Apabila ada unsur perbuatan yang tidak mengenakkan sehingga bisa dilaporkan kepada polisi.

Terkait bawa nama apakah dia untuk laporan ke Polda ataukah membawa nama pribadi atau nama pengprov billiard menurut coki apabila dirinya membuat laporan atas nama pribadi sendiri dan tidak membawa pengurus provinsi billiard.

Selanjutnya ketika wartawan menanyakan tentang tujuan Kenapa melaporkan gubernur dan akan sampai kapan apakah harus sampai gubernur Sumatera Utara meminta maaf, ternyata menurut coki dirinya tidak mau hal tersebut akan tetapi ingin proses hukum tetap berjalan.

Selanjutnya ia sangat berharap dengan dirinya membuat laporan, gubernur Edy jangan terlalu merasa dirinya paling hebat karena yang bersangkutan bukanlah seorang militer lagi dan ia mengharapkan agar Gubernur Edi tidak arogan ketika menjadi seorang pemimpin.

Berbicara tentang awal mula kejadian, menurut penjelasan Khairudin Aritonang apabila dirinya malah merasa heran disaat dirinya dipanggil oleh Edy rahmayadi pada kegiatan pemberian Tali Asih atau bonus kepada atlet Sumatera Utara yang mendapatkan medali pada Pon Papua dan saat itu dirinya tidak tepuk tangan di saat Edy rahmayadi berpidato.

Hanya karena tidak tepuk tangan, ia pun dipanggil dan dimarahi di depan orang banyak, malahan yang paling parah dirinya sampai dijewer dan dipermalukan di depan muka umum.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.