Alasan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen Dilakukan di Sekolah

  • Bagikan
Pembelajaran Tatap Muka
Pembelajaran Tatap Muka

HARIAN.ID – Alasan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen Dilakukan di Sekolah Walaupun sampai saat ini indonesia masih dilanda wabah covid 19 akan tetapi kegiatan pembelajaran tatap muka atau PTM ternyata 100% dilakukan di sekolah dan hal ini ada beberapa alasan kenapa Hal tersebut dilakukan.

Menurut Suharti selaku Sekjen Kementerian Pendidikan Kebudayaan ristek dan teknologi apabila alasan diterbitkannya kebijakan baru tentang pembelajaran tatap muka 100% dilakukan di sekolah yaitu sebuah pertimbangan situasi pandemi covid 19 yang diprediksi sudah mulai membaik di akhir tahun 2021.

Menurut suharti, apabila dalam beberapa bulan terakhir di tahun yang lalu sudah banyak sekali progres kondisi pandemi yang membaik dan selanjutnya situasi PPKM sudah menurun sehingga Hal inilah yang membuat kemendikbud ristek memberikan kebijakan baru tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka 100% dilakukan di sekolah.

Alasan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen Dilakukan di Sekolah

Selanjutnya Suhati menambahkan, apabila selama pandemi covid 19 untuk masalah pendidikan banyak memperoleh dampak negatif salah satunya adalah angka putus sekolah yang ternyata semakin meningkat untuk jenjang Sekolah Dasar atau SD dan selanjutnya kepala lembaga perguruan tinggi di Indonesia sempat menyampaikan banyak mahasiswa yang menjadi tidak aktif melakukan kuliah.

Menurut Suharti sebagai salah satu contoh anak-anak yang sD sekarang ini meningkat 10 kali lipat jika dibandingkan tahun 2019 dan banyak orangtua yang memperoleh tekanan ekonomi ketika wabah pandemi dan Hal inilah yang membuat orang tua dari peserta didik mengajak anaknya untuk ikut membantu bekerja atau mencari uang.

Menurut Suharti ada sebuah studi yang dilakukan oleh bank dunia yang ternyata hasilnya memperlihatkan Apabila terjadi penurunan kemampuan siswa selama pandemi covid 19 dan selanjutnya disebutkan adanya kesenjangan pembelajaran antara anak dari kelompok keluarga kaya dan keluarga miskin malahan mencapai angka 10%.

Di lain tempat untuk Hasil studi yang dilakukan Kemendikbud ristek mengatakan ada sejumlah resiko eksternal yang dialami oleh anak didik selama pandemi termasuk di dalamnya bertambahnya kekerasan dalam rumah tangga dan selanjutnya resiko pernikahan anak usia dini sampai eksploitasi anak yang semakin meningkat.

Akibat beberapa permasalahan tersebut pihak Kemendikbud ristek berupaya memulihkan kondisi pembelajaran anak dan kembali menggelar pembelajaran tatap muka sampai 100% di sekolah ah apa Lagi hal tersebut sudah diatur melalui surat keputusan bersama atau SKB 4 menteri.

Dalam kebijakan surat keputusan bersama atau SKB 4 menteri terkait panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid 19 tanggal 21 Desember ternyata hal tersebut langsung membuat pihak Kemendikbud ristek mencari solusi dan alternatif Bagaimana memastikan supaya anak dapat kembali sekolah.

Dalam aturan SKB 4 menteri di dalamnya sudah mengatur apabila sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh dengan kapasitas 100% setiap hari dan hal tersebut bisa dilakukan pada sekolah di daerah yang ditetapkan sebagai daerah khusus atau berada di level PPKM 1 dan daerah PPKM 2.

Selanjutnya bisa dilakukan kegiatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka 100% di sekolah yaitu bagi daerah yang sudah mencapai vaksinasi dosis 2 terutama pada tenaga kependidikan di atas 80% dan masyarakat lanjut usia di atas 50%.

  • Bagikan