Walikota Bekasi Kena OTT KPK Terkait Anggaran Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar

  • Bagikan
Walikota Bekasi
Walikota Bekasi

HARIAN.ID – Walikota Bekasi Kena OTT KPK Terkait Anggaran Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar Rahmat Effendi selaku Walikota Bekasi saat ini tengah menjadi perbincangan netizen dikarenakan dirinya tertangkap OTT KPK belum lama ini. Walikota Bekasi resmi tertangkap tangan melalui operasi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan pria yang biasa disapa Pepen langsung diamankan oleh KPK dengan sejumlah barang bukti.

Walikota Bekasi resmi tertangkap ott KPK pada hari Rabu 5 Januari 2022 tepatnya siang hari dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Gimana menurut wakil ketua KPK yaitu Nurul Ghufron pihak KPK sudah melakukan giat tangkap tangan terhadap penyelenggaraan negara di wilayah Bekasi Jawa Barat pada siang hari.

Menurut Ghufron, apabila pihak KPK resmi tangkap tangan Rahmat Effendi dan beberapa pihak lain yang saat itu ditangkap namun masih dalam pemeriksaan secara intensif oleh para penyidik KPK di mana lembaga antirasuah tersebut menghubungkan detail kasus korupsi yang menjerat Rahmat Effendi.

Selanjutnya penangkapan KPK pada Rahmat Effendi ternyata terjadi tidak lama setelah kehebohan terkait anggaran karangan bunga yang dialokasikan oleh pemerintah kota Bekasi pada anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2022 dan selanjutnya diketahui apabila anggaran karangan bunga ternyata sangat fantastis yaitu mencapai 1,1 miliar rupiah dan hal ini membuat masyarakat terkejut.

Untuk masalah pos anggaran sebesar itu ditemukan dalam situs layanan pengadaan secara elektronik Kota Bekasi dengan kode tender 19841359 dan selanjutnya di dalam website LPSE Bekasi tertulis jelas jumlah Pagu paket pengadaan dengan nilai mencapai Rp 1.139.790.000 dan selanjutnya untuk nilai harga perhitungan sendiri mencapai Rp 1.138.229.761.

Rahmat Effendi sebelum ditangkap oleh KPK sempat Memberikan komentar terkait karangan bunga dan dirinya menjelaskan apabila pemberian ucapan karangan bunga adalah salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Bekasi kepada masyarakat dan dianggap olehnya hal yang biasa dan nantinya karangan bunga akan dipakai ketika menyampaikan ucapan duka sampai ucapan selamat.

“Jadikan karangan bunga untuk ucapan duka sampai ucapan bahagia dan karangan bunga tersebut ada yang bentuknya agak besaran ada yang sedang dan ada yang kecil. Jadi jangan dilihat nilainya tapi ini bentuk perhatian kepala daerah kepada warga,” tegas Walikota Bekasi.

Menurut Rahmat Effendi apabila Pemerintah Kota Bekasi bisa menerima puluhan undangan setiap harinya dan ketika Walikota tidak dapat memenuhi undangan tersebut maka biasanya mereka mengirimkan karangan bunga.

Akan tetapi sangat disayangkan dengan anggaran yang sangat fantastis untuk karangan bunga ternyata hal tersebut di kritik tajam oleh para pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam 45 Bekasi yaitu Adi Susila di mana menurutnya apabila alokasi anggaran yang mencapai miliaran rupiah tersebut merupakan kebijakan yang kurang tepat.

Selanjutnya untuk anggaran daerah tersebut tidak sepenuhnya bermanfaat untuk publik sehingga terdapat proses elitis dan juga partisipasi masyarakat yang sangat kurang. Menurut Adi, pemerintah daerah sudah sepatutnya membuka ruang partisipasi publik sebelum membahas APBD 2022 dikarenakan hal tersebut bertujuan supaya alokasi anggaran bisa menjawab kepentingan masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.