Bupati Penajam Paser Utara Ditangkap KPK Ada Dugaan Dana Ke Partai Demokrat

  • Bagikan
Bupati Penajam Paser Utara
Bupati Penajam Paser Utara

HARIAN.ID – Bupati Penajam Paser Utara Ditangkap KPK Ada Dugaan Dana Ke Partai Demokrat  Abdul Gafur Mas’ud selaku Bupati Penajam Paser Utara yang ada di Kalimantan Timur belum lama ini resmi terjaring ott pihak KPK di salah satu mall yang ada di Jakarta Selatan dan penangkapan tersebut terjadi pada hari Rabu 12 Januari 2022 ada salah satu masalah yang heboh setelah ditangkapnya Bupati Penajam Paser Utara akibat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi yaitu ternyata Ada dugaan dana yang masuk ke Partai Demokrat.

Bupati Penajam Paser Utara yaitu Abdul Gafur Masud resmi ditangkap oleh KPK melalui operasi tangkap tangan di salah satu mall yang ada di Jakarta Selatan dan selanjutnya penangkapan Ghofur diduga terkait adanya penerimaan uang oleh penyelenggara negara untuk proyek dan izin usaha di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Selanjutnya penyerahan uang di lakukan di sebuah cafe yang ada di pelabuhan Balikpapan dan selanjutnya uang dari kontraktor ini diterima oleh Nis Puhadi yaitu orang kepercayaan dari Ghofur. Selanjutnya orang kepercayaan ini diperintahkan oleh seorang Bupati untuk membawa uang ke Jakarta dan selanjutnya ketika tiba di Jakarta, Nis Puhadi langsung dijemput oleh Rizky yaitu orang kepercayaan dari Bupati Ghofur.

Bupati Penajam Paser Utara Ditangkap KPK Ada Dugaan Dana Ke Partai Demokrat

Dari kronologi yang diungkapkan oleh pihak KPK, bupati Penajam Paser Utara bersama dua orang kepercayaannya tersebut yaitu ipuh yang ternyata bersama bendahara Umum Partai Demokrat ke Balikpapan Nur Afifah Balqis akan pergi ke sebuah acara yang bertempat di Jakarta.

Setelah kejadian tersebut Mereka pun pergi ke sebuah mall yang ada di Jakarta Selatan dan masih membawa uang rp950 juta saat itu Gafur meminta kepada Nur untuk menambahkan uang 50 juta dari rekeningnya dan selanjutnya uang ini dimasukkan ke dalam koper.

Tanpa pikir panjang tim KPK selanjutnya langsung bergerak untuk melakukan penangkapan kepada ketiga pelaku di saat mereka akan keluar dari mol dan selanjutnya KPK dalam penangkapan tersebut, ikut menemukan uang di rekening bank milik Nur senilai 447 juta dan selanjutnya uang tersebut diduga milik Abdul Gafur yang berasal dari para rekanan.

Akibat kasus tersebut wakil ketua KPK Alexander marwata menegaskan apabila pihaknya resmi mengamankan uang satu miliar dan rekening bank dengan saldo 447 juta dan juga menemukan sejumlah barang belanjaan.

Selain bupati yang diamankan oleh pihak KPK, komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan PLT Sekda Kabupaten PPU bernama Mulyadi dan juga kepala dinas pekerjaan umum dan tata ruang PPU edi hasmoro.

Selanjutnya KPK mengamankan Kepala Bidang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga PPU bernama Jusman dan juga bendahara umum DPP Partai Demokrat Balikpapan bernama Nur Afifah Balqis dan selanjutnya KPK menetapkan 1 pihak swasta sebagai pemberi suap yaitu Ahmad Zuhdi alias Yudi.

Menurut Alexander marwata selaku wakil ketua KPK menegaskan jika pihaknya saat ini tengah mendalami adanya aliran dana terkait kasus tersebut ke Partai Demokrat dimana menurut Alex, bupati Abdul Gafur saat ini sedang berkontestasi dalam pemilihan ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur dan selanjutnya KPK menaruh perhatian pada keberadaan Nur Afifah dan Abdul Gafur di Jakarta di saat operasi tangkap tangan yang terjadi pada hari Rabu 12 Januari dimana dalam kasus tersebut, nur Afifah diduga berperan menampung uang yang diterima Abdul Gafur dikarenakan uang berada di dalam rekening milik Nur Afifah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.