Jakarta Banjir Sumur Resapan Dianggap Ketua DPRD DKI Tidak Berarti

  • Bagikan
Jakarta Banjir
Jakarta Banjir

HARIAN.ID – Jakarta Banjir Sumur Resapan Dianggap Ketua DPRD DKI Tidak Berarti Beberapa hari ini Jakarta Banjir di mana 9 RT yang ada di Jakarta sampai saat ini masih terendam banjir dan selanjutnya sebanyak 1500 lebih warga harus diungsikan akibat banjir tersebut. Sehingga menurut Ketua DPRD DKI Jakarta yaitu Prasetyo Edi Marsudi sumur resapan yang dibangun Gubernur Anies Baswedan sangat tidak berfungsi dan tidak berguna dan menurutnya sumur resapan tidak berarti.

Jakarta Banjir  yang sampai saat ini masih terjadi di sejumlah wilayah langsung mendadak viral di media sosial baik Facebook Twitter sampai Tik Tok di mana terlihat banyak sekali wilayah yang ada di Jakarta terendam banjir yang sangat parah dan dikabarkan 9 RT di Jakarta sampai saat ini masih terendam banjir dan selanjutnya banyak kritikan dari masyarakat terutama Ketua DPRD DKI Jakarta kepada Anies Baswedan.

Jakarta Banjir Sumur Resapan Dianggap Ketua DPRD DKI Tidak Berarti

Jakarta Banjir
Jakarta Banjir

Menurut Prasetyo Edi Marsudi apabila banjir yang melanda Jakarta sekarang ini akibat adanya peningkatan intensitas hujan dan diapun memberikan kritikan pedas kepada Gubernur Anies Baswedan supaya bisa membersihkan normalisasi dikarenakan untuk sumur resapan menurutnya tidak ada gunanya.

“Saya meminta kepada Gubernur DKI untuk membereskan terlebih dahulu normalisasi atau naturalisasi bukan malah menambah permasalahan apa yang dibuat oleh Gubernur pada hari ini yaitu masalah perencanaan sumur resapan dikarenakan menu Saya tidak ada gunanya,” tegas Ketua DPRD DKI Jakarta.

Prasetyo Edi Marsudi yang juga politikus dari partai PDIP Perjuangan tersebut mengatakan setelah menyelesaikan normalisasi Pemprov DKI nantinya akan terlihat kekurangan penanganan banjir di DKI Jakarta dan menurut Prasetyo dirinya menilai jika sumur resapan yang dibangun oleh Gubernur Anies tidak berfungsi untuk penanganan banjir sehingga menurutnya tidak berguna.

Ia pun mendesak kepada Gubernur DKI supaya membereskan atau melakukan normalisasi dikarenakan termasuk program yang dijanjikan bukan semata-mata dadakan ada sumur resapan dikarenakan menurutnya bagi masyarakat yang ada di Jakarta sumur resapan tidak ada gunanya.

Selanjutnya menurut politikus dari partai PDIP dirinya mendesak kepada Anies Baswedan supaya bisa fokus bekerja untuk DKI Jakarta yaitu terkait penanganan banjir ketika musim hujan dikarenakan sampai saat ini Jakarta masih tetap banjir.

Menurutnya untuk yang sekarang ini, ketika hujan sedikit ataupun besar jakarta Malah sehingga sangat tidak karuan sebut saja banjir di daerah Cengkareng dan juga Grogol yang sangat parah dan dia pun meminta kepada Anies Baswedan supaya membereskan masalah tersebut dikarenakan anggarannya sudah besar.

Di tempat lahir Gubernur Anies Baswedan menyatakan apabila banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di DKI Jakarta yang berlangsung pada hari Selasa 18 Januari dikarenakan hujan turun dengan intensitas ekstrem akan tetapi menurutnya bisa ditangani dengan cepat.

Selanjutnya menurut Anies Baswedan terkait curah hujan di DKI Jakarta yang bervariatif akan tetapi lebih dari 100 MM diantaranya di daerah Kemayoran tercatat mencapai 204 MM dan menurut Anies Baswedan apabila curah hujan di atas 150 MM termasuk kondisi ekstrem dan selanjutnya kapasitas drainase di Jakarta hanya kisaran 50 sampai 100 KM.

  • Bagikan