Profil Leila Al Kassem, Wakil Menteri Perempuan Pertama di Saudi Arabia

  • Bagikan
Leila Binti Hamad Al Kassem
Leila Binti Hamad Al Kassem

HARIAN.ID – Profil Leila Al Kassem, Wakil Menteri Perempuan Pertama di Saudi Arabia Belum lama ini Abdullatif Al-Asheikh selaku menteri urusan Islam bimbingan dan dakwah Arab Saudi resmi mengangkat perempuan pertama yang menjadi wakil menteri pada hari Minggu 30 Januari bernama Leila binti Hamad Al Kassem. Diketahui apabila Leila sebelumnya pernah bekerja pada Kementerian Pendidikan Saudi dan dia pun diketahui sempat menjadi dosen tamu untuk sekolah tinggi pengabdian masyarakat.

Belum lama ini Abdullatif Al-Asheikh selaku menteri urusan Islam bimbingan dan dakwah Arab Saudi resmi mengangkat perempuan pertama yang menjadi wakil menteri pada hari Minggu 30 Januari bernama Leila Al Kassem. Diketahui apabila Leila sebelumnya pernah bekerja pada Kementerian Pendidikan Saudi dan dia pun diketahui sempat menjadi dosen tamu untuk sekolah tinggi pengabdian masyarakat.

Leila binti Hamad Al Kassem merupakan wakil menteri perempuan pertama di Saudi Arabia ya memang namanya ini Tengah menjadi perbincangan dikarenakan sebelumnya Arab Saudi belum pernah mengangkat seorang perempuan menjadi menteri ataupun wakil menteri akan tetapi dengan ilmu yang ia miliki dimana sebelumnya menjabat sebagai dosen tamu di sekolah tinggi pengabdian masyarakat dan juga fokus dalam tata kelola pendidikan dan sektor publik dan diketahui menjadi sosok yang ahli dalam strategis sistem kepegawaian dan sumber daya alam manusia.

Profil Leila Al Kassem

Profil Leila binti Hamad Al Kassem memang terbilang sangat recommended menduduki wakil menteri apalagi dirinya diketahui menduduki posisi strategis pada pemerintahan Arab Saudi sebagai bentuk perencanaan dan juga adanya transformasi digital kerajaan Saudi Arabia dan menjadi tonggak sejarah bagi perempuan bisa menjadi seorang pejabat di Saudi Arabia.

Selanjutnya menunjukkan kepada sosok Al Kassem mempunyai banyak misi yang harus dijalankan oleh perempuan tersebut salah satunya tugas untuk mengembangkan pekerjaan administrasi dalam Kementerian dan meningkatkan layanan kepada penerima manfaat juga harus bisa mempromosikan transparansi lembaga.

Al Kassem dipercaya sebagai wakil menteri urusan Islam dalam mempromosikan kepemimpinan perempuan pada lembaga pemerintah yang sudah sesuai dengan rencana visi Saudi di tahun 2030 di mana Al-Asheikh na sangat mempercayai betapa penting peran seorang perempuan untuk sektor pemerintah guna mengembangkan dan untuk mencapai tujuan yang mereka harapkan.

Selanjutnya Negara Saudi disebut menjadi salah satu negara konservatif dikarenakan mereka menerapkan batasan ruang gerak bagi perempuan akan Tetapi semenjak kerajaan dipimpin oleh putra mahkota Muhammad bin Salman ternyata ada beberapa gebrakan terbaru terutama masalah hak perempuan.

Pada masa kepemimpinan putra mahkota Mohammed bin Salman, perempuan boleh mengendarai sendiri mobil ataupun kendaraan dan selanjutnya mereka boleh bepergian tanpa wali dan juga diperbolehkan mendaftarkan menjadi militer dan diperbolehkan tinggal tanpa adanya Wali.

Selanjutnya pada pemerintahan kali ini terlihat lebih ramah pada budaya asing untuk memperluas sektor ekonomi malahan Belum lama ini mereka melakukan konser dan selanjutnya bioskop dan membuka Festival yang diperbolehkan di negara tersebut.

Akan tetapi banyak kritikan juga dari para kelompok HAM yang menilai tindakan MBS sebagai salah satu cara untuk menutupi pelanggaran hak asasi manusia yang telah dilakukan paling utama kepada jurnalis Jamal khashoggi.

  • Bagikan