Edy Mulyadi Resmi Jadi Tersangka Pengacara Minta Perlindungan Dewan Pers

  • Bagikan
Edy Mulyadi Tersangka
Edy Mulyadi Tersangka

HARIAN.ID – Edy Mulyadi Resmi Jadi Tersangka Pengacara Minta Perlindungan Dewan Pers Edy Mulyadi resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh bareskrim Mabes Polri untuk kasus ujaran kebencian yang ia lakukan setelah video viral nya menjadi masalah dan di dalamnya diduga terbukti adanya ujaran kebencian berdasarkan suku agama ras dan antar Golongan atau Sara. Bukan hanya itu saja, tapi mantan politikus partai PKS tersebut diduga kuat menyebarkan berita bohong atau hoax dania ditetapkan anne-marie januari.

Edy Mulyadi jadi tersangka langsung menjadi perbincangan warganet dan hampir kebanyakan dari netizen bersyukur atas Penetapan tersebut dikarenakan ucapan dan perkataan mantan politikus PKS tersebut sudah menyakiti perasaan masyarakat Kalimantan dengan sebutan tempat Jin buang anak dan lain sebagainya.

Dengan ditetapkannya sebagai tersangka ternyata pengacara kuasa hukum Edy Mulyadi yaitu damai hari Lubis langsung menegaskan kepada awak media apabila dirinya akan mengirimkan surat permintaan perlindungan kepada dewan pers pada hari Rabu 2 Februari 2022 dikarenakan beberapa hal.

Edy Mulyadi Resmi Jadi Tersangka

Menurut pengacara damai hari Lubis dirinya akan mengirimkan surat kepada dewan pers untuk Meminta perlindungan hukum dikarenakan dalam Bab ada 30 pertanyaan dan semua hal tersebut ditanyakan terkait produk pers salah satunya yaitu YouTube.

Menurut damai apabila setiap tayangan video Edi Mulyadi yang dia unggah melalui channel YouTube miliknya merupakan produk pers atau jurnalistik malahan menurutnya apabila channel YouTube milik kliennya tersebut telah terdaftar di dewan pers sehingga ia pun harus Meminta perlindungan kepada dewan pers.

“Kami akan mengirimkan surat kepada dewan pers dikarenakan 30 pertanyaan dari pihak kepolisian bertanya terkait produk pers yang tayang di YouTube. Kan youtube-nya produk Pers malahan sudah terdaftar di dewan pers,” tegas Edy Mulyadi

Pada pemerintahan sebelumnya, Edy Mulyadi resmi ditetapkan sebagai tersangka usai dirinya menjalani pemeriksaan dalam beberapa jam di bareskrim Polri yang ada di Jakarta dan untuk pelaporan Edi yaitu bermula dari pernyataan dirinya yang menyebut istilah tempat Jin buang anak ketika dirinya mengkritik perpindahan ibukota negara baru ke Kalimantan Timur.

Menurut karo penmas divisi humas Polri yaitu Brigjen Ahmad Ramadan apabila pemeriksaan telah dilakukan kepada pelaku dan hasilnya dari gelar perkara maka pihak penyidik menetapkan status dari saksi menjadi tersangka dan dalam pemeriksaan tersebut, pihak penyidik memeriksa sebanyak 57 orang di antaranya 37 saksi dan 18 ahli bahasa.

Selanjutnya Edy Mulyadi, langsung digiring oleh pihak kepolisian menuju Rutan bareskrim Polri untuk jalani penahanan selama 20 hari kedepan dan akibat perbuatannya tersangka melanggar pasal 45 a ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 uu ite. Selanjutnya pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 junto pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946 terkait peraturan hukum pidana juncto pasal 156 KUHP.

  • Bagikan