9 Letusan Gunung Krakatau Membuat Status Waspada

  • Bagikan
Gunung Krakatau
Gunung Krakatau

HARIAN.ID – 9 Letusan Gunung Krakatau Membuat Status Waspada Gunung Krakatau yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan provinsi Lampung Belum lama ini dikabarkan meletus dan diketahui sudah meletus sebanyak 9 kali sehingga status terbaru yang ditetapkan oleh pihak PVMBG yaitu status Waspada dan pastinya hal ini harus diperhatikan oleh masyarakat setempat yang berada di area Gunung Anak Krakatau.

Gunung Krakatau meletus sebanyak 9 kali menjadi trending Google dan perbincangan netizen di media sosial pasalnya gunung Anak Krakatau yang ada di Kabupaten Lampung Selatan tersebut sudah mengalami erupsi sampai 9 kali pada hari Jumat kemarin 4 Februari.

Menurut badan pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi atau PVMBG au mereka mencatat adanya 9 kali erupsi yang terjadi pada gunung Anak Krakatau mulai dari jam 9.43 sampai terakhir 17.07 dan selanjutnya tinggi kolom Abu berkisar 800-1000 m di atas puncak dan berwarna kelabu hitam tebal.

9 Letusan Gunung Krakatau Membuat Status Waspada

Berdasarkan dari hasil penelitian pusat vulkanologi ada indikasi jika erupsi yang terjadi merupakan tipe erupsi magmatik hal ini terlihat sejalan dengan kegempaan vulkanik yang sudah ah di kantongi oleh pihak pusat vulkanologi sehingga mereka pun memberikan status Waspada.

Selanjutnya kegempaan gunung api Anak Krakatau 16 Januari sampai tanggal 4 Februari 2022 dan Hal ini ditandai dengan adanya rekaman gempa vulkanik dan gempa permukaan yang mengindikasikan adanya intrusi magma dari area bawah ke permukaan secara bertahap.

Sehingga dari data pantauan pihak PVMBG baik visual dan instrumen maka ada indikasi jika Gunung Krakatau masih mempunyai potensi terjadinya kembali erupsi dan hal ini patut diwaspadai oleh masyarakat yang ada di daerah tersebut dikarenakan jarak radius mencapai 2 km dari kawah aktif.

PVMBG menghimbau kepada masyarakat yang mempunyai radius jarak 2 kilometer dari gunung Anak Krakatau supaya menjauhi lokasi dikarenakan hujan abu yang lebih tipis bisa menjangkau area yang lebih luas dan hal ini tergantung pada arah dan Kecepatan angin sehingga level Kejadian ini langsung masuk ke level 2 atau Waspada.

Pihaknya sangat berharap kepada masyarakat setempat supaya bisa mematuhi apapun yang direkomendasikan oleh Badan Geologi dan mereka menghimbau kepada masyarakat supaya tidak terpancing dan meneruskan berita yang tidak benar terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau di media sosial seperti membuat konten hoax.

Seperti diketahui Apabila anak Gunung Krakatau merupakan gunung berapi yang letaknya di pulau Rakata dan pulau ini letaknya di Selat Sunda yang memisahkan antara pulau Jawa dan Sumatera dan apabila dilihat secara geografis maka Krakatau berada di pertemuan antara lempeng tektonik indo-australia dan Eurasia dimana area tersebut mempunyai aktivitas vulkanik dan seismik yang tinggi.

Apabila melihat lokasi maka Gunung Anak Krakatau secara administratif berada di Kabupaten Lampung Selatan yang ada di provinsi Lampung dan selanjutnya Gunung ini merupakan gunung legendaris terbentuk di masa purba dan diperkirakan sudah mengalami erupsi Dahsyat di tahun 416 Masehi dan erupsi ini membentuk kawah raksasa dengan diameter 6 km.

Malahan yang paling dahsyat letusan pertama Gunung Krakatau yaitu terjadi pada tahun 1883 tepatnya pada tanggal 20 Mei. Pada saat itu awan abu vulkanik mencapai ketinggian 6 mil yang mengeluarkan suara ledakan sampai terdengar ke Batavia atau sekarang Jakarta dan jauhnya sampai 100 mil akan tetapi pada akhirnya di bulan Mei aktivitas Gunung Krakatau bisa meledak dan kembali terjadi pada tanggal 19 Juni dan puncaknya yaitu pada tanggal 26 Agustus.

Puncak erupsi gunung Krakatau terjadi pada tanggal 27 Agustus dimana letusan dahsyat dari Krakatau langsung memicu gelombang tsunami yang tercatat mencapai Amerika Selatan dan juga sampai Hawaii dengan ketinggian tsunami 120 kaki dan saat itu merenggut korban jiwa sampai 36.000 yang berada di Jawa dan Sumatera.

  • Bagikan