Tips Mencegah Cedera Saat Bermain Sepak Bola

  • Bagikan

Sepak bola merupakan olahraga yang digemari oleh masyarakat di seluruh dunia. Karena sering dimainkan, terkadang tanpa peralatan yang memadai (tanpa sepatu) dan tanpa pemanasan yang tepat, sering terjadi cedera saat bermain Sepak Bola, baik cedera ringan maupun cedera yang memerlukan penanganan lebih serius.

Karena sifat permainan sepak bola, maka penting bagi atlet untuk menjaga kelenturan, keseimbangan, kelincahan, daya tahan, kecepatan, dan kekuatan yang sesuai dengan tingkat permainan sepak bola.

Program pencegahan cedera dirancang untuk memenuhi faktor-faktor ini dan mengurangi cedera, terutama pada ekstremitas bawah. Sebelum membahas lebih jauh bagaimana cara mencegah cedera olahraga sepak bola, berikut beberapa cedera yang sering dialami oleh pemain sepak bola.

Cedera Dari Pemain Sepakbola

  • Cedera Ekstremitas Bawah (Tungkai Bawah)

Cedera pergelangan kaki dan cedera kaki sering terjadi pada pemain sepak bola. Kaki terkilir atau patah terjadi ketika pergelangan kaki atau kaki terpelintir atau kontak kuat dengan bola atau lawan. Cedera lutut dapat terjadi akibat jatuh, kontak dengan pemain lain, atau tanpa kontak dengan pemain lain.

Orang yang mengalami cedera ini sering merasakan dan mendengar suara letupan serta merasakan nyeri pada lutut. Kemudian akan terjadi pembengkakan dan penurunan rentang gerak, kemudian menjadi sulit untuk berjalan.

  • Cedera Ekstremitas Atas (Tungkai Atas)

Cedera pergelangan tangan dan tangan sering terjadi pada penjaga gawang, tetapi pemain lain juga dapat mengalami jatuh dengan tangan terentang. Kerusakan pada ligamen di tangan dapat menyebabkan gejala nyeri, bengkak, dan ketidakstabilan.

Dislokasi bahu, keseleo bahu, dan patah tulang (fraktur) klavikula dapat terjadi akibat jatuh saat lengan terentang, jatuh dengan bahu ke bawah, atau karena bertabrakan dengan pemain lain.

  • Cedera Kepala dan Leher

Sakit leher bisa berbahaya, terutama jika rasa sakit itu membatasi gerakan, dirasakan di sepanjang tulang belakang, atau disertai dengan hilangnya sensasi. Jangan pindahkan orang yang terluka, sebaiknya segera hubungi rumah sakit terdekat.

Gegar otak dapat terjadi akibat benturan dengan pemain lain, memukul bola atau tiang gawang. Gejala gegar otak termasuk sakit kepala, pusing, mual, kebingungan, telinga berdenging, kepekaan terhadap cahaya atau suara, lekas marah, dan pusing. Gejala gegar otak bisa bermacam-macam, jika mencurigai seseorang pernah mengalami gegar otak, segera hubungi tenaga medis.

Bagaimana Cara Mencegah Cedera Olahraga Sepak Bola?

Mencegah cedera olahraga sepak bola dapat dilakukan dengan strategi yang tepat.

  • Persiapan sebelum bermain sepak bola

Menjaga kebugaran. Jaga kebugaran dengan berolahraga secara teratur. Lakukan latihan aerobik, latihan kekuatan, dan fleksibilitas. Kebugaran dan fleksibilitas tubuh dapat membantu mencegah cedera sepak bola.

Pemanasan. Selalu lakukan pemanasan sebelum mulai bermain sepak bola. Otot dingin rentan terhadap cedera. Anda bisa melakukan pemanasan dengan jumping jacks, lari, atau berjalan di tempat selama 3-5 menit.

Anda bisa mulai dengan jogging untuk menaikkan suhu tubuh dan meningkatkan aliran darah ke otot. Kemudian, rilekskan persendian dan otot dengan gerakan dinamis yang terkontrol, seperti lunge, hip swing, body rotation, dan gerakan memutar lengan.

Pemanasan menyeluruh setidaknya selama 10 menit harus dilakukan, termasuk peregangan untuk mencegah cedera olahraga sepak bola. Regangkan semua kelompok otot utama dan area kaku lainnya selama 30-60 detik. Kemudian lanjutkan dengan umpan pendek.

Pendinginan dan peregangan. Peregangan di akhir setiap permainan sering dilupakan, tetapi peregangan dapat membantu mengurangi nyeri otot dan menjaga otot tetap panjang dan fleksibel.

Hidrasi. Ketika Anda mengalami dehidrasi, tubuh Anda tidak dapat secara efektif menurunkan suhu Anda melalui keringat dan penguapan. 700 mL cairan (non-kafein) dianjurkan untuk diminum dua jam sebelum berolahraga. Selain itu, sekitar 230 mL tepat sebelum berolahraga sepak bola dan setiap istirahat dapat membantu menghindari dehidrasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *