Teknologi Pertanian Anak Bangsa

  • Bagikan

Teknologi Pertanian Anak Bangsa – Berbicara tentang teknologi pertanian tentunya sangat erat kaitannya dengan penemuan-penemuan yang diciptakan. Penemuannya bersifat fisik dan non-fisik. Tidak hanya penemuan alat pertanian berteknologi maju, tetapi juga ide, perangkat lunak, perangkat keras, dan sebagainya.

Walaupun setiap invensi memiliki bentuk, hasil, dan keluaran yang berbeda, namun tujuan utamanya sama, yaitu menjadikan pertanian lebih maju dan berkembang. Lalu, apa saja penemuan-penemuan teknologi pertanian yang ditemukan anak bangsa?.

Drone Sawah

Teknologi Pertanian teknologi drone atau drone digunakan pada lahan pertanian untuk membantu dan memaksimalkan kegiatan penyemprotan. Itu benar-benar ada dan sudah terjadi di Kecamatan Akenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Lembaga Penelitian Lingkungan Pertanian setempat telah meneliti dan memodifikasi drone untuk menyemprotkan pestisida di berbagai sawah. Karena drone dikendalikan oleh remote control, Anda tidak perlu menyemprotkan langsung ke lapangan, cukup operasikan drone sesuai keinginan.

Hasilnya juga tidak mengecewakan karena dapat lebih cepat dan juga efisien. Tentunya teknologi pertanian anak bangsa ini sangat membantu para petani yang bekerja di sawah. Diperkirakan satu hektar sawah bisa disemprot dengan drone ini dalam waktu sekitar 30 menit.

Bioplastik

Bioplastik merupakan teknologi pertanian anak bangsa berupa plastik yang terbuat dari hasil pertanian. Plastik aman dan tidak mengganggu lingkungan. Itulah penemuan Kevin Kumala dari Bali. Awalnya, dia sangat prihatin dengan kondisi di Bali, terutama di bagian pantai yang dipenuhi sampah plastik.

Limbah tersebut berasal dari botol air minum dalam kemasan bekas, wadah makanan bekas, minuman, dan sebagainya. Nah, Kevin berinovasi dengan riset yang dilakukannya bersama beberapa temannya. Sebelumnya, ia mencoba membuat plastik dari kedelai, jagung, dan singkong. Namun, pada akhirnya Kevin memutuskan untuk memilih bahan plastik dari singkong.

Tidak hanya harganya yang murah, tetapi juga hasil pertaniannya yang melimpah. Menurut Kevin, bioplastik tersebut dijamin ramah lingkungan dan aman bagi makhluk hidup. Diperkirakan bioplastik akan terurai secara alami dalam waktu sekitar 90 hari di dalam tanah dan menjadi kompos.

Helm Komposit Hijau

Penemuan lain teknologi pertanian untuk anak bangsa yang bermanfaat dan memiliki nilai jual yang tinggi. Produk penemuannya berupa helm yang wajib digunakan oleh setiap pengendara sepeda motor di jalan raya.

Fungsi helm adalah untuk melindungi kepala guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara di jalan raya, seperti membentur kepala, terbentur benda keras/tajam, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, bahan untuk membuat helm harus kuat dan tahan banting, sehingga dapat melindungi kepala dengan maksimal. Peneliti yang juga dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (IPB), Siti Enjoy ini berhasil menciptakan helm khusus.

Disebut istimewa karena helm terbuat dari campuran 20% tandan kosong kelapa sawit. Sisanya adalah Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS). Produk tersebut dinamakan Helmet Green Composite karena mengandung bahan-bahan alami yang tidak terdapat pada produk helm lainnya.

Aplikasi Digital Pemantau Tanaman

Teknologi yang satu ini berwujud aplikasi yang dapat diaplikasikan pada smartphone. Aplikasi ini berjuluk Habibi yang dibuat oleh startup Indonesia bernama Habibie Garden. Aplikasi tersebut mampu menyampaikan informasi secara real time mengenai kondisi sebuah tanaman yang ditanam di sebuah lahan lahan.

Cara kerjanya cukup sederhana. memahami terlebih dahulu alat pemantau di lahan untuk menangkap dan menyampaikan informasi/data kondisi lahan dan tanaman pertanian, seperti suhu, kadar udara, cahaya, kelembaban udara, nutrisi tanah, dll.

Dengan begitu, petani bisa mengetahui sekaligus menyatukan kondisi tanaman yang ditanamnya untuk menentukan langkah bertani yang lebih terkontrol. Misalnya, mempersembahkan pupuk atau yang lainnya. Demikialah ulasan tentang teknologi pertanian anak bangsa semoga bermanfaat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *