Alasan Ancaman Kominfo Blokir WhatsApp, IG, dan Google

  • Bagikan
Alasan Ancaman Kominfo Blokir WhatsApp, IG, Dan Google
Alasan Ancaman Kominfo Blokir WhatsApp, IG, Dan Google

HARIAN.ID – Alasan Ancaman Kominfo Blokir WhatsApp, IG, dan Google Pemerintah melalui Kementerian komunikasi dan Informatika belum lama ini memberikan ancaman kepada WhatsApp instagram sampai Google supaya bisa melakukan pendaftaran perusahaan mereka secara resmi dimana kominfo meminta perusahaan digital tersebut agar mendaftarkan Sebagai penyelenggara sistem elektronik lingkup privat dan apabila tidak dilakukan maka tidak segan-segan kominfo blokir sosial media tersebut.

Ancaman kominfo blokir WhatsApp IG dan Google ternyata bukan tanpa alasan di mana ada beberapa alasan yang sangat pasti ketika pihak Kementerian komunikasi dan Informatika memberikan ultimatum kepada perusahaan tersebut untuk secepatnya melakukan pendaftaran PSE atau penyelenggara sistem elektronik dan harus dilakukan sampai tanggal 20 Juli yang akan datang.

Alasan Ancaman Kominfo Blokir WhatsApp, IG, dan Google

Apabila tidak diindahkan oleh perusahaan WhatsApp Instagram dan Google maka pemerintah Indonesia dipastikan akan melakukan pemblokiran pada hari berikutnya yaitu pada tanggal 21 Juli dan Hal ini diungkapkan oleh pihak kominfo dengan memberikan ancaman pemblokiran kepada WhatsApp iG dan Google.

Johnny G plate selaku menteri kominfo menjelaskan aturan pendaftaran PSE lingkup privat dipastikan pemerintah tidak akan melihat apakah perusahaan tersebut berasal dari dalam negeri atau dari mancanegara dikarenakan kominfo resmi memberlakukan hal yang sama yaitu seluruh PSE diwajibkan untuk mendaftar ke negara.

Menurut johnny G plate ketika berbicara kepada awak media apabila peraturan tersebut untuk semua pihak baik dalam maupun luar negeri di mana menurutnya seluruh penyelenggaraan sistem elektronik privat baik swasta murni dan Badan Usaha Milik Negara wajib melakukan pendaftaran PSE hal tersebut agar bisa memenuhi persyaratan perundang-undangan dan paling lambat sampai tanggal 20 Juli yang akan datang.

Menurut menteri kominfo untuk masalah pendaftaran dipastikan sangat mudah dikarenakan bisa dilakukan melalui online single submission sehingga tidak ada alasan hambatan terkait administrasi dan selanjutnya menurutnya pendaftaran tersebut merupakan wujud ketaatan pada aturan negara dikarenakan sektor digital diberikan kesempatan yang sangat luas.

Selanjutnya menurut menkominfo dirinya tidak akan memisahkan Apakah PSE global atau lokal akan tetapi semuanya PSE private baik swasta murni dan BUMN maka wajib melakukan pendaftaran tersebut sebut saja untuk pedulilindungi yang dimiliki oleh pemerintah Mereka pun tetap harus melakukan pendaftaran dan untuk pedulilindungi dipastikan sudah terdaftar sebagai PSE publik.

Selanjutnya menurut Johnny G plate terkait pendaftaran PSE merupakan amanat undang-undang yang tercantum pada Peraturan Pemerintah No 71 tahun 2019 terkait penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik dan selanjutnya Peraturan Menteri kominfo No 5 tahun 2020 terkait penyelenggaraan sistem elektronik untuk lingkup private.

Selanjutnya beberapa PSE besar yang sudah resmi melakukan pendaftaran di antaranya adalah go-jek, traveloka, tokopedia, oVO, tik Tok, resso, spotify, capcut, hello, dailymotion, michat, sampai Linktree.

  • Bagikan