Fakta Hasil Autopsi Brigadir J Yang Viral di Medsos

  • Bagikan
Fakta Hasil Autopsi Brigadir J Yang Viral Di Medsos
Fakta Hasil Autopsi Brigadir J Yang Viral Di Medsos

HARIAN.ID – Fakta Hasil Autopsi Brigadir J Yang Viral di MedsosKasus pembunuhan Brigadir J menjadi kasus terbesar yang saat ini tengah menjadi perbincangan masyarakat di Indonesia Belum lama ini hasil autopsi Brigadir J langsung mendadak viral di media sosial setelah diungkapkan oleh pengacara keluarga almarhum yaitu Kamaruddin Simanjuntak.

Hasil autopsi Brigadir J yang dilakukan setelah makannya dibongkar kembali dan ternyata hasilnya sangat mencengangkan di mana menurut tim kedokteran forensik independen yang berasal dari rumah sakit Sungai Bahar, ada lubang di kepala bagian belakang almarhum seperti tertembus oleh peluru dan lubang tersebut tembus sampai ke mata dan hidung.

Di saat pihak kedokteran membuka tengkorak kepala ternyata otak brigadir J sudah tidak ada ada malahan saat ini tengah viral di tik tok dan beberapa medsos yang lain.

Fakta hasil autopsi Brigadir J

Seperti dikutip dari laman Tribunnews berikut adalah beberapa fakta yang berhasil kami rangkum terkait hasil autopsi pada almarhum Brigadir J.

Otopsi usai makam dibongkar

Diketahui apabila makam Brigadir J resmi dibongkar untuk dilakukan autopsi ulang oleh pihak RS Sungai Bahar dan yang paling mencengangkan dari pengakuan Kamaruddin Simanjuntak selaku pengacara keluarga jenazah rafiansyah Yosua Hutabarat apabila tim kedokteran forensik independen menemukan adanya lubang di area kepala bagian belakang yang tembus oleh peluru sampai ke mata dan juga hidung dan selanjutnya disaat tengkorak kepala dibuka otak Brigadir J sudah tidak ada.

Pengacara waktu itu tepatnya pada hari Rabu 27 juli menemui dokter Herlina Lubis untuk melihat hasil forensik dan di akta notaris kan dimana menurut magister kesehatan Herlina Lubis dan salah seorang dokter yang ditunjuk dalam mengamati dan menganalisa hasil autopsi dan visum pada almarhum maka terlengkap apabila di saat kepalanya dibuka otaknya sudah tidak ditemukan.

Dokter forensik melakukan autopsi ulang meraba kepala almarhum ternyata ada semacam penempelan lem dan selanjutnya ketika diraba di bagian rambut ada sebuah lubang di sonde atau ditusuk yang tembus ke mata dan hidung.

Sehingga dugaan apabila Brigadir J ditembak dari belakang kepala sampai tembus ke hidung depan.

Selanjutnya tim forensik menemukan di dalam tengkorak ada 6 ratakan yang diduga akibat tembakan akan tetapi mungkin juga dikarenakan permasalahan lain dan bisa dibuka di bagian perut sampai ke kepala ditemukan otaknya yang pindah ke bagian perut.

Selanjutnya ditemukan adanya dugaan tembakan dari leher mengarah ke bagian bibir dimana tim forensik menemukan 4 lubang di dada yang diduga kuat bekas tembakan dan juga terdapat luka terbuka di bagian bahu dengan daging hampir terkelupas.

Sampai saat ini tim forensik independen masih belum mengetahui apa penyebabnya akan tetapi mereka hanya menduga akibat peluru saja.

Kejanggalan kasus penembakan brigadir J

Seperti diketahui apabila Bharada E adalah sosok yang melakukan penembakan kepada Brigadir J sehingga ia diketahui meninggal pada tanggal 8 Juli 2022 di rumah kadiv Propam Polri nonaktif irjen Ferdy Sambo.

Akan tetapi dari pernyataan pihak kepolisian terkait penyebab kematian almarhum dinilai sangat janggal terutama terkait beberapa luka di tubuh almarhum di mana polisi telah mengadopsi ulang jenazahnya bersama tim kedokteran forensik independen di RS Sungai Bahar jambi dimana sebelumnya polisi menyebutkan kronologi penembakan diawali dengan percobaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada istri kali Propam Polri dan aktif Ijen Ferdy Sambo bernama Putri Candrawati.

Akan tetapi menurut pengacara keluarga almarhum yaitu Kamaruddin Simanjuntak ada kejanggalan terkait dugaan pelecehan tersebut dan apabila Keterangan tersebut benar maka bertolak belakang dengan psikologis yang menyelimuti Brigadir J yang hari-hari menjelang kematiannya.

Adanya ancaman pembunuhan

Diketahui sebelum tragedi penembakan ternyata korban sempat bercerita kepada sang pacar yaitu Vera Mareta Simanjuntak dimana sejak Juni tahun lalu ia sudah diancam akan dibunuh sehingga dengan adanya pernyataan tersebut menurut pengacara Kamaruddin Simanjuntak sangatlah janggal apabila Brigadir J melakukan aksi pelecehan kepada putri Candrawati.

Menurut Kamarudin apabila munculnya ancaman pembunuhan tersebut membuat hidup almarhum tidak tenang sampai mengucapkan banyak perkataan perpisahan kepada sang pacar.

Dari hasil penelitian yang dilakukan menurut Kamarudin salah seorang sosok pengancam adalah satu dari sejumlah ajudan irjen Ferdy Sambo dan hal tersebut terlihat dalam foto bersama. Akan tetapi ia meyakini bukanlah sosok Bharada E yang melakukan pengancaman akan tetapi orang lain.

  • Bagikan