Tradisi Bubur Asyura di Aceh Yang Masih Eksis

  • Bagikan
Tradisi Bubur Asyura Di Aceh Yang Masih Eksis
Tradisi Bubur Asyura Di Aceh Yang Masih Eksis

HARIAN.ID – Tradisi Bubur Asyura di Aceh Yang Masih Eksis Memasuki tanggal 10 Muharram di berbagai wilayah di Indonesia masih ada yang suka membuat bubur sura dan salah satu wilayah yang sampai saat ini masih eksis dalam tradisi pembuatan bubur Asyura adalah di daerah Aceh.

Bubur Asyura biasanya dibuat ketika memasuki tanggal 10 Muharam dan untuk di Aceh sendiri menjadi salah satu tradisi yang telah mengakar dari turun-temurun dan tidak pernah ditinggalkan sehingga sampai saat ini walaupun zaman sudah modern tetap masih eksis dan bubur ini hanya tersedia di bulan Asyura.

Tradisi Bubur Asyura di Aceh Yang Masih Eksis

Menurut salah seorang pakar ilmu sosial dan budaya tgk Muhammad aminullah apabila masyarakat Aceh memaknai bulan Muharram yaitu dengan melakukan berbagai kegiatan keagamaan dengan sangat meriah dan tujuan dilakukannya hal tersebut sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT dan selanjutnya salah satu kebiasaan yang dilakukan dan menjadi ciri khas perayaan Bulan Muharram selain puasa Asyura mereka pun memasak bubur di dalam panci yang besar.

Menurut aminullah apabila masyarakat Aceh yang sangat terkenal dengan nilai keagamaan dan tradisi keseharian maka untuk tradisi membuat bubur Asyura menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam memperingati momen 10 Muharram yang dilakukan dengan berbagai acara dan salah satunya yaitu acara patungan.

Biasanya mereka akan patungan untuk membuat bubur Asura yang dimasak di tempat umum dengan porsi yang sangat besar dan selanjutnya bubur tersebut nantinya akan dibawa pulang ke rumah masing-masing selanjutnya dibagikan kepada Tetangga dan menjadi menu wajib untuk berbuka puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Menurut wakil ketua pcnu Bireuen bahan-bahan untuk membuat tradisi bubur Asyura di wilayah Aceh dipastikan berbeda akan tetapi ada salah satu hal yang membuatnya sama yaitu dijadikan sarana dalam mempererat tali silaturahmi antar warga dan menjadi salah satu ajang gotong-royong ketika memasak bubur Asyura.

Masyarakat akan menyiapkan bahan selanjutnya memotong hingga mengaduk bubur untuk mematangkan dan semuanya dilakukan bergotong-royong udah selanjutnya bubur yang telah dimasak akan dibagikan ke setiap rumah yang berada di wilayah tersebut.

Selanjutnya menurut aminullah apabila bubur Asyura terbuat dari tepung kanji yang mempunyai rasa manis karena dimasak bersama bahan yang lain diantaranya jagung, selanjutnya ketela pohon, ubi, pisang, berbagai jenis kacang, nangka, daun pandan, dan juga santan.

Sejarah bubur Asyura

Menurut Amirullah apabila sejarah pembuatan bubur Asyura ternyata sempat dilakukan oleh Nabi Nuh Alaihissalam di mana Nabi Nuh dikenal membuat bahtera atau perahu besar untuk menghindari banjir bandang.

Selanjutnya ketika para pengikut nabi Nuh turun dari kapal dan mereka mengatakan dalam keadaan lapar Sedangkan perbekalan sudah habis maka Nabi Nuh AS memerintahkan mereka untuk membawa sisa perbekalan yang masih ada dan selanjutnya seluruh perbekalan yang berbeda-beda di antaranya gandum dan biji-bijian dimasak berbarengan.

Sehingga dari sejarah tersebut bubur Asyura adalah bubur yang terbuat dari berbagai macam makanan yang dicampur menjadi satu dan mempunyai rasa khas yang sangat berbeda dengan makanan yang lain.

  • Bagikan