Fakta Laurel Hubbard, Atlit Transgender Angkat Besi Olimpiade Tokyo 2020

  • Bagikan
Laurel Hubbard
Laurel Hubbard

HARIAN.ID – Fakta Laurel Hubbard, Atlit Transgender Angkat Besi Olimpiade Tokyo 2020 Ada yang berbeda pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 di mana salah satu atlet untuk Sabang angkat besi ternyata sosok transgender yaitu Laurel Hubbard. Atlet angkat besi putri Olimpiade tokyo ini, diketahui sosok transgender untuk kelas 87 kg yang akan bersaing dengan beberapa atlet unggulan lain dari perwakilan dunia di ajang bergengsi olahraga tersebut.

Laurel Hubbard adalah atlet transgender untuk cabang angkat besi Putri pada perhelatan olahraga Olimpiade Tokyo untuk kelas 87 kg yang namanya mendadak viral dan menjadi perbincangan netizen dan pastinya akan bersaing salah satunya perwakilan asal Indonesia yaitu Nurul Akmal dari Aceh.

Laurel Hubbard bukanlah sosok atlet biasa dikarenakan dirinya merupakan atlet transgender pertama yang resmi lolos mengikuti kompetisi pada turnamen Olimpiade namun kiprahnya pada cabang olahraga angkat besi tersebut memang mempunyai nilai yang kurang bagus.

Diketahui apabila dirinya gagal mengangkat beban 1 kali pun dalam tiga percobaan yang resmi diperbolehkan dengan rincian Laurel gagal ketika mengangkat beban seberat 120 kg di atas kepala dirinya dan selanjutnya giliran kedua, ia langsung menaikkan dan tercatat mengangkat beban sebesar 125 kg yang sempat diangkat tinggi di atas kepala akan tetapi, pihak juri memutuskan tidak sah.

Selanjutnya ketika mengangkat beban ketiga ia tidak berhasil mengurangi angkatan 125 kg dan dinyatakan gagal.

Fakta Laurel Hubbard

Berikut ini adalah beberapa fakta terkait sosok atlet transgender pertama yang mengikuti Olimpiade tokyo 2020 yang namanya langsung berada viral.

Laurel Hubbard
Laurel Hubbard

Atlet transgender pertama

Laurel Hubbard diketahui adalah sosok pria akan tetapi memutuskan dirinya menjadi seorang perempuan dan termasuk salah satu transgender yang sukses bisa masuk pada ajang bergengsi Olimpiade di tahun ini.

Profil

Laurel Hubbard lahir di Selandia Baru pada tanggal 9 Februari 1978 dan ia pun pernah vakum selama 15 tahun sebagai atlet lifter.

Pada salah satu wawancara, ia memberikan penjelasan terkait vakum dirinya pada cabang olahraga tersebut dikarenakan tekanan untuk mencoba menyesuaikan diri dengan dunia yang mungkin tidak siap dengan dirinya yaitu sosok transgender.

Pada tahun 2012 setelah jeda 15 tahun lamanya Ia pun kembali bekerja pada kompetisi angkat besi dan tercatat jika dirinya adalah salah satu atlet peringkat teratas di dunia untuk kategori cabang angkat besi.

Karir angkat besi

Ia mempunyai peluang yang sangat bagus untuk memperoleh kemenangan medali emas dikarenakan beberapa lainnya tidak akan bersaing karena aturan federasi angkat berat internasional jika hanya boleh ada 1 pengangkat per kategori untuk setiap negara walaupun sempat memicu kontroversi.

Di tahun 2019 jadinya tempat memenangkan medali emas pada ajang Pasifik yang berlangsung di semua dan ia sempat mengalahkan atlet dari negara tuan rumah dan ternyata langsung memicu kemarahan.

Ia termasuk atlet Junior pemegang rekor nasional dan mengangkat total 300 kg pada kompetisi pria domestik dan untuk rekor tersebut pernah dilampaui oleh David liti.

Selanjutnya di tahun 2001 memasuki usia 23 tahun Ia pun berhenti dan selanjutnya pada tahun 2012 ia kembali memperlihatkan jati dirinya sebagai wanita transgender dan mengubah namanya menjadi Laurel Hubbard, sosok asli transgender asal selandia Baru yang memulai terapi hormon pada tahun tersebut.

Semenjak dirinya kembali ikut kompetisi sempat memenangkan 7 medali emas pada turnamen internasional namun ketika dirinya menderita cedera siku ketika memimpin Commonwealth Games 2018, ia sempat mengira jika kakinya sudah berakhir namun iapun ternyata ikut lomba selanjutnya dan menjadi pemenang dan memperoleh medali emas pada ajang Pacific Games 2019.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *