PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan posisinya sebagai lokomotif utama penggerak ekonomi kerakyatan di tanah air. Melalui ekspansi pembiayaan inklusif dan program pemberdayaan berkesinambungan, bank milik negara dengan jaringan terluas ini berhasil menyalurkan kredit permodalan usaha kepada jutaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat akar rumput di tengah dinamika ketidakpastian pasar global.

Laporan kinerja keuangan perseroan pada pembukaan kuartal keempat tahun 2026 mencatat bahwa porsi portofolio kredit UMKM BRI tetap konsisten mendominasi di atas 80 persen dari total penyaluran kredit perbankan. Pencapaian ini membuktikan komitmen perseroan yang teguh dalam menjalankan mandat pembangunan nasional, yakni memberdayakan pengusaha mikro di daerah pedesaan, perkampungan nelayan, sentra pertanian, dan klaster pasar tradisional.

Direktur Utama BRI menyampaikan bahwa strategi perseroan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan tidak hanya bertumpu pada pemberian suntikan modal finansial melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit mikro komersial, melainkan juga melalui pendampingan terpadu (*empowerment beyond banking*). Program seperti Desa BRILian, Rumah BUMN, dan pelatihan literasi digital terbukti sukses menaikkelaskan ribuan pelaku usaha mikro menjadi entitas bisnis berdaya saing ekspor.

Pemanfaatan ekosistem perbankan digital agen laku pandai (*AgenBRILink*) juga menjadi kunci keberhasilan dalam memperluas jangkauan layanan keuangan tanpa kantor ke daerah pelosok terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui ratusan ribu agen yang tersebar di pelosok desa, masyarakat kini dapat menikmati akses transaksi perbankan, pembayaran nontunai, hingga pengajuan pinjaman modal dengan mudah, cepat, dan aman tanpa perlu menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Manajemen risiko perseroan terbukti sangat tangguh dalam menjaga kualitas aset pembiayaan produktif tersebut. Tingkat rasio kredit bermasalah (*Non-Performing Loan*/NPL) terjaga stabil di bawah batas aman tiga persen, berkat integrasi sistem penilaian skor kredit berbasis data raya (*big data credit scoring*) yang menganalisis rekam jejak transaksi usaha pelaku UMKM secara akurat dan objektif.

Selain memfasilitasi transaksi permodalan, BRI secara proaktif memfasilitasi sertifikasi halal, pendaftaran nomor induk berusaha (NIB), serta kurasi produk UMKM agar mampu menembus jaringan retail modern dan platform niaga elektronik (*e-commerce*). Inisiatif ini terbukti meningkatkan omzet penjualan para pedagang lokal secara berkelanjutan dan menyerap jutaan tenaga kerja produktif di daerah.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi BRI yang konsisten menjaga momentum pertumbuhan inklusif. Di tengah tantangan pemulihan daya beli masyarakat, keberadaan lembaga perbankan mikro yang tangguh menjadi benteng peredam guncangan (*shock absorber*) yang menjaga roda perekonomian nasional tetap berputar dinamis.

Melalui sinergi erat antara akses keuangan yang terjangkau, digitalisasi layanan yang ramah pengguna, dan pendampingan bisnis yang tulus, BRI optimistis dapat terus mengantarkan pelaku UMKM Indonesia menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang berdaulat, mandiri, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Keberhasilan model pembiayaan mikro BRI ini turut diakui di panggung keuangan internasional sebagai salah satu percontohan terbaik inklusi keuangan bagi negara-negara berkembang. Sinergi antara kecanggihan teknologi finansial perbankan dan kehangatan sentuhan relasional para mantri bank di lapangan terbukti menjadi resep ampuh dalam menjaga loyalitas nasabah dan ketahanan modal usaha rakyat.

BRI menegaskan tekadnya untuk terus memperluas jangkauan pembiayaan hijau (*green financing*) bagi pelaku UMKM yang mengadopsi praktik ramah lingkungan, guna memastikan keberlanjutan ekonomi yang seimbang antara kemakmuran finansial dan kelestarian alam nusantara. Pemberdayaan berkelanjutan ini menjadi komitmen abadi bank untuk terus melayani setulus hati bagi kemajuan bangsa.