Pembangunan infrastruktur ketahanan pangan dan sumber daya air nasional kembali mencatat pencapaian nyata. Proyek bendungan multifungsi yang berlokasi di kawasan lumbung padi Jawa Timur kini telah memasuki tahap penuntasan fisik sebesar 98 persen dan siap diresmikan untuk operasi penuh.

Melansir siaran pers resmi dari portal InfoPublik.id, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan seluruh struktur utama tubuh bendungan, pintu pelimpah (spillway), dan terowongan pengelak telah selesai diuji secara hidrolik. Bendungan ini memiliki daya tampung efektif hingga 42 juta meter kubik air.

Keberadaan tampungan air raksasa ini diproyeksikan mampu mengairi areal persawahan teknis seluas 7.500 hektare, sehingga memungkinkan para petani di tiga kabupaten sekitar untuk meningkatkan intensitas panen dari satu kali menjadi tiga kali setahun. Selain fungsi irigasi, bendungan ini difungsikan sebagai penyedia air baku domestik berkapasitas 800 liter per detik bagi kebutuhan warga perkotaan.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menambahkan bahwa bendungan ini dilengkapi teknologi pemantau telemetri real-time untuk mendeteksi debit banjir hulu secara presisi. Dengan sistem peringatan dini tersebut, bendungan mampu memangkas debit puncak banjir sungai hingga 45 persen saat curah hujan ekstrem melanda.