Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) memimpin langsung upacara purna tugas dan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana kepada 140 personel Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 7 Garuda Bhayangkara di Lapangan Markas Besar Polri, Jakarta. Penghargaan tertinggi negara ini diberikan atas keberhasilan gemilang kontingen kepolisian Indonesia dalam menjalankan mandat misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (MINUSCA) di Republik Afrika Tengah selama satu tahun penuh.
Dalam amanat resminya, Kapolri menyampaikan rasa bangga dan penghormatan mendalam atas dedikasi tanpa cela yang ditunjukkan oleh para ksatria Bhayangkara di medan penugasan Afrika yang penuh risiko konflik bersenjata dan tantangan iklim ekstrem. Personel FPU 7 dinilai sukses mengamankan fasilitas vital PBB, melindungi konvoi logistik kemanusiaan dari serangan kelompok pemberontak, serta mengawal proses pemulihan keamanan dan rekonsiliasi masyarakat sipil di wilayah Bangui.
Yang paling membanggakan, kontingen FPU 7 Indonesia mengukir rekor keterlibatan personel Polisi Wanita (Polwan) terbanyak dalam sejarah partisipasi pasukan perdamaian Polri. Kehadiran para Polwan di garis depan operasi terbukti sangat efektif dalam melakukan pendekatan humanis (*community policing*), memberikan trauma healing bagi anak-anak korban perang, serta menangani kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di kamp-kamp pengungsian pedalaman Afrika.
Perwakilan Komandan Misi Perdamaian PBB di New York memberikan surat penghargaan resmi (*UN Letter of Commendation*) kepada Satgas FPU 7, mengakui bahwa kontingen Indonesia merupakan salah satu unit kepolisian internasional paling disiplin, profesional, dan dicintai oleh warga lokal Republik Afrika Tengah. Diplomasi damai yang mengedepankan senyuman, penghormatan budaya lokal, dan bantuan sosial kesehatan cuma-cuma menjadi ciri khas unggulan pasukan Garuda Bhayangkara.
Kapolri memastikan bahwa seluruh personel purna tugas akan memperoleh prioritas pengembangan karier, kesempatan promosi kepangkatan khusus, serta fasilitas cuti pemulihan fisik dan mental bersama keluarga sebelum kembali bertugas di satuan kewilayahan masing-masing.
Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa kontribusi aktif Polri dalam pasukan perdamaian PBB merupakan perwujudan amanat Pembukaan UUD 1945 untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Posisi tawar diplomasi Indonesia di kancah multilateral kian disegani berkat reputasi gemilang para penjaga perdamaian nusantara.
Penyambutan penuh kehormatan ini menjadi bukti nyata bahwa keberanian, profesionalisme, dan keluhuran budi personel kepolisian Indonesia senantiasa mampu memancarkan sinar perdamaian dan kebanggaan nasional di hadapan bangsa-bangsa di dunia.
Dalam catatan misi PBB, kontingen Satgas FPU 7 Indonesia berhasil merampungkan lebih dari 1.200 misi patroli pengamanan bersenjata di wilayah-wilayah rawan konflik tanpa ada satu pun korban jiwa (*zero casualty*) dari pihak personel Indonesia. Keberhasilan taktis ini ditopang oleh kecakapan navigasi medan, kemampuan negosiasi resolusi konflik damai, serta penguasaan bahasa Prancis fungsional yang dikuasai secara fasih oleh para personel.
Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmen berkelanjutan untuk terus meningkatkan kuota pengiriman pasukan pemeliharaan perdamaian, baik dari unsur TNI maupun Polri, dalam misi-misi mandat Dewan Keamanan PBB. Partisipasi aktif ini membuktikan peran diplomasi pertahanan dan kemanusiaan Indonesia yang senantiasa berdiri tegak di garis depan menjaga perdamaian dan keselamatan umat manusia di seluruh belahan bumi.
Penyematan tanda jasa kehormatan ini menjadi bukti nyata penghargaan tertinggi negara atas pengorbanan para personel kepolisian di medan tugas internasional. Keberhasilan Satgas FPU 7 Garuda Bhayangkara membuktikan bahwa institusi Polri memiliki kapasitas profesionalisme kelas dunia yang mampu menjalankan amanah konstitusi demi terwujudnya perdamaian abadi di muka bumi.