Kepanikan sempat melanda ratusan pengguna jasa penyeberangan lintas Selat Sunda ketika Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi dilaporkan mengalami insiden kebakaran pada area dek kendaraan saat berlayar mendekati perairan Pelabuhan Merak, Banten, pada Rabu dini hari. Berkat kesiapsiagaan kilat dan koordinasi terpadu tim SAR gabungan maritim, seluruh penumpang yang berada di atas kapal berhasil dievakuasi ke daratan dengan selamat tanpa menimbulkan korban jiwa.

Insiden bermula ketika kepulan asap tebal pertama kali terdeteksi oleh awak kapal dari arah salah satu kendaraan truk muatan barang yang terparkir di dek kendaraan bagian bawah. Awak kapal penyeberangan segera mengaktifkan alarm tanda bahaya darurat (*general alarm*) dan berupaya melokalisir sumber api menggunakan sistem pemadam busa kimia (*foam fire suppression system*) dan alat pemadam api ringan (APAR).

Menerima sinyal marabahaya maritim, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak bersama Pangkalan TNI AL Banten, Polairud Polda Banten, dan Kantor SAR Banten segera mengerahkan armada kapal penyelamat (*rescue boat*) serta menyiagakan kapal tunda (*tugboat*) berkapasitas meriam air berkekuatan tinggi langsung menuju titik koordinat kapal.

Proses evakuasi darurat ratusan penumpang berlangsung tertib dan terkendali. Petugas mengarahkan penumpang untuk mengenakan jaket pelampung keselamatan (*life jacket*) sebelum dipindahkan secara bertahap ke kapal penyelamat dan kapal motor lain yang berada di sekitar lintasan alur pelayaran Selat Sunda. Seluruh penumpang yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke posko darurat medis di Dermaga Eksekutif Merak untuk pemeriksaan kesehatan fisik.

Kapal-kapal tunda pemadam bertindak cepat menyemprotkan jutaan liter air berbusa ke arah lambung KMP Batumandi guna mendinginkan suhu ruang dek dan mematikan titik api sebelum merambat ke tangki bahan bakar kapal. Setelah proses pemadaman tuntas, kapal ditarik secara perlahan menuju dermaga aman untuk proses pendinginan menyeluruh.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan memastikan bahwa seluruh kebutuhan logistik, pengobatan medis, dan akomodasi sementara bagi para penumpang yang terdampak ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan asuransi dan operator penyeberangan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama tim forensik kepolisian telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting arus pendek pada sistem kelistrikan salah satu kendaraan kargo di dalam dek muatan.

Kelancaran proses evakuasi tanpa adanya korban jiwa ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan tinggi sistem penanggulangan kedaruratan maritim nasional. Seluruh instansi maritim berkomitmen memperketat pemeriksaan kelayakan muatan kendaraan sebelum naik ke atas kapal ferry demi menjamin keselamatan pelayaran seluruh masyarakat.

Pihak otoritas pelabuhan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) memastikan bahwa operasional penyeberangan lintas Merak-Bakauheni tetap berjalan normal pascainsiden dengan mengalihkan jadwal sandar ke dermaga alternatif. Kesiapsiagaan armada kapal cadangan yang siaga di alur Selat Sunda menjamin tidak terjadi penumpukan antrean kendaraan di area parkir pelabuhan.

Apresiasi tinggi disampaikan para keluarga penumpang atas profesionalisme tim SAR gabungan maritim Banten yang bertindak cepat dan tenang dalam situasi genting. Standar keselamatan pelayaran penumpang ferry penyeberangan nasional kembali terbukti andal dalam melindungi keselamatan jiwa seluruh warga pengguna jasa transportasi publik.

Keberhasilan operasi evakuasi maritim ini menjadi teladan penting mengenai arti penting koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh aparat keselamatan pelayaran di tanah air. Evaluasi menyeluruh terhadap standar kelaikan armada ferry penyeberangan dipastikan terus diperketat demi menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi laut nusantara.