SURABAYA — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur digelar secara khidmat dan semarak di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa pagi. Upacara kenegaraan yang dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Timur, perwakilan konsulat jenderal negara sahabat, serta tokoh-tokoh veteran pejuang bangsa menjadi panggung konsolidasi kepemimpinan daerah dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam amanat resminya, Penjabat Gubernur Jawa Timur menguraikan capaian makro ekonomi provinsi yang tetap kokoh sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyumbang lebih dari 14,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Di tengah tantangan perlambatan ekonomi global, perekonomian Jawa Timur mampu tumbuh impresif di angka 5,2 persen dengan tingkat inflasi pangan yang terkendali stabil di bawah 2,6 persen.
Kendati demikian, fokus utama peringatan tahun ini diletakkan pada agenda pemerataan kesejahteraan antardaerah dan penuntasan kantong-kantong kemiskinan ekstrem di wilayah tapal kuda dan kepulauan Madura. Pemerintah provinsi mengalokasikan program bantuan permodalan bergulir bagi kelompok wanita tani, elektrifikasi pulau-pulau terluar berbasis panel surya, serta pembangunan konektivitas dermaga perintis guna memangkas disparitas ekonomi antara kawasan metropolitan Gerbangkertosusila dan wilayah pedalaman.
DPRD Provinsi Jawa Timur menegaskan dukungan legislatif penuh terhadap percepatan industrialisasi berbasis potensi lokal, khususnya sektor agromaritim dan manufaktur bernilai tambah tinggi. Penguatan vokasi kejuruan dan kemudahan perizinan satu pintu terpadu (OSS) diyakini akan terus menarik masuknya penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun asing (PMA) yang membuka ratusan ribu lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda lulusan daerah.
Pemberian penghargaan tanda kehormatan lencana Jer Basuki Mawa Beya turut disematkan kepada para inovator pelayanan publik, tenaga medis teladan di daerah 3T, guru berdedikasi tinggi, serta kepala daerah yang berhasil menurunkan angka tengkes (*stunting*) secara drastis di wilayahnya masing-masing.
Semangat kebersamaan dan gotong royong khas masyarakat Jawa Timur menjadi modal sosial paling berharga dalam menghadapi dinamika masa depan. Dengan menjaga kerukunan sosial dan komitmen melayani rakyat tanpa lelah, Jawa Timur optimis melangkah maju sebagai episentrum kemajuan ekonomi, kebudayaan, dan peradaban luhur nusantara.
Untuk mempercepat transformasi ekonomi pedesaan, pemerintah provinsi meluncurkan program hilirisasi komoditas unggulan pertanian dan perkebunan rakyat di wilayah barat dan selatan Jawa Timur. Pembangunan pabrik pengolahan pakan ternak terpadu dan sentra pengeringan gabah modern diresmikan guna memutus rantai ketergantungan petani dari tengkulak perantara berbiaya tinggi.
Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi rujukan, dan kalangan dunia usaha terus diperkuat melalui pembentukan forum riset inovasi daerah. Inovasi teknologi pertanian presisi dan sistem peringatan dini bencana yang dikembangkan para ilmuwan kampus lokal kini diimplementasikan langsung untuk melindungi ribuan hektare lahan pangan produktif dari dampak cuaca ekstrem.
Kebangkitan Jawa Timur di usia ke-81 ini menjadi teladan inspiratif bagi seluruh provinsi di Indonesia bahwa stabilitas politik daerah yang kokoh, birokrasi yang melayani, dan partisipasi aktif masyarakat adalah pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa yang berkeadilan sosial.
Kebersamaan seluruh elemen masyarakat Jawa Timur membuktikan bahwa semangat persatuan dan kerja keras adalah modalitas paling fundamental dalam mewujudkan kemakmuran daerah yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga.
Komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam melayani masyarakat menjadi bukti nyata bahwa persatuan adalah kunci kemajuan daerah. Dengan semangat Jer Basuki Mawa Beya, Jawa Timur siap melangkah optimis menyongsong masa depan yang adil dan makmur.