Perum Bulog melakukan koordinasi teknis intensif bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kementerian Keuangan untuk mematangkan tata cara dan prosedur lelang pelepasan beras cadangan pemerintah (*government rice reserve*) sebanyak 380 ribu ton di seluruh Indonesia. Pelepasan komoditas pangan pokok ini dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka negara yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan pengelolaan kekayaan negara yang berlaku.
Direktur Utama Perum Bulog menjelaskan bahwa komoditas beras yang dilepas melalui skema lelang KPKNL ini merupakan stok beras cadangan hasil pengadaan musim panen terdahulu yang masa simpan di gudang telah melampaui batas waktu kelayakan simpan ideal. Untuk menjaga perputaran stok (*stock rotation*) pergudangan dan menghindari penurunan mutu fisik lebih lanjut, beras tersebut dialihkan peruntukannya secara ketat khusus bagi industri pengolahan non-pangan, seperti pabrik pakan ternak terintegrasi, industri bioetanol, dan produksi pati industri.
Langkah pelepasan stok lama ini merupakan bagian dari strategi revitalisasi kapasitas tampung gudang Bulog menjelang panen raya musim tanam akhir tahun. Dengan dikeluarkannya 380 ribu ton beras tersebut, Bulog memiliki ruang penyimpanan yang memadai dan higienis untuk menyerap panen gabah kering panen (GKP) dan beras lokal produksi petani dalam negeri dengan harga acuan pembelian pemerintah (HAP) yang menguntungkan petani.
Bulog memastikan bahwa proses lelang di portal lelang resmi KPKNL diawasi secara terpadu bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, dan Kejaksaan Agung guna mencegah terjadinya kebocoran distribusi. Peserta lelang diwajibkan melewati proses verifikasi perizinan industri yang ketat serta menandatangani pakta integritas yang melarang keras beras hasil lelang dioplos atau diedarkan kembali ke pasar konsumsi beras medium dan premium masyarakat.
Hasil penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari proses lelang ini akan disetorkan langsung ke kas negara untuk memulihkan sebagian biaya pengelolaan cadangan pangan. Bulog menegaskan bahwa posisi ketahanan stok beras nasional untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan gizi tetap berada pada level yang sangat aman melampaui 1,5 juta ton beras kualitas prima.
Para pelaku industri peternakan unggas nasional menyambut baik dibukanya lelang beras non-pangan ini karena memberikan pasokan bahan baku energi pengganti jagung pakan yang ekonomis, sehingga mampu menekan biaya operasional pakan ternak ayam petelur dan pedaging di tingkat peternak rakyat.
Penyelenggaraan lelang beras secara transparan dan tertib hukum ini menegaskan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas neraca pangan nasional. Melalui manajemen logistik pangan modern yang adaptif dan akuntabel, ketahanan pangan bangsa tetap terjaga kokoh di tengah dinamika tantangan iklim dan geopolitik pangan dunia.
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan memastikan bahwa seluruh tahapan lelang diselenggarakan secara daring melalui portal resmi lelang.go.id dengan sistem penawaran terbuka (*open bidding*) yang transparan dan dapat dipantau oleh publik. Uang jaminan lelang yang ketat diberlakukan guna menyaring peserta lelang agar hanya perusahaan pengolahan pakan ternak kredibel yang memiliki legalitas izin industri resmi yang dapat berpartisipasi.
Keberhasilan tata kelola pelepasan stok pangan lama ini menjadi bukti transformasi Bulog sebagai operator logistik pangan nasional modern yang adaptif dan profesional. Dengan perputaran stok cadangan beras yang dinamis dan terencana secara ilmiah, ketahanan pangan dan stabilitas harga beras di seluruh wilayah nusantara tetap terjaga kokoh sepanjang masa.
Transparansi mekanisme lelang beras non-pangan ini juga memberikan kepastian pasokan bahan baku bagi industri pakan ternak nasional tanpa mengganggu stabilitas pasar beras konsumsi. Bulog terus berinovasi menjaga keseimbangan neraca pangan nasional demi kemakmuran petani lokal dan ketahanan pangan bangsa yang mandiri.