Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan penuh gelora optimisme di hadapan ribuan pekerja industri dan masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah saat meninjau langsung kawasan industri terpadu Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada Kamis petang (8/10/2026). Dalam pidato yang disambut gemuruh tepuk tangan para pekerja tambang dan insinyur muda tersebut, Kepala Negara secara lugas dan tegas menepis berbagai analisis bernada pesimistis dari sejumlah kalangan yang kerap meramalkan bahwa perekonomian Indonesia berada di ambang kehancuran atau kebangkrutan.
Presiden Prabowo menuturkan bahwa selama bertahun-tahun dirinya kerap mendengar narasi sumbang dan prediksi muram dari para pengamat tertentu yang menyebut Indonesia akan kolaps dalam hitungan bulan ke depan. Namun, fakta di lapangan justru membalikkan seluruh spekulasi negatif tersebut. Bukti ketangguhan ekonomi bangsa terhampar nyata di hadapan matanya di bumi Halmahera Tengah, di mana puluhan ribu putra-putri bangsa bahu-membahu mengoperasikan instalasi teknologi pengolahan mineral nikel paling modern di dunia.
"Setiap bulan selalu ada yang meramalkan bahwa Indonesia akan kolaps, Indonesia akan bangkrut, Indonesia akan runtuh. Tapi hari ini, berdiri di sini, melihat wajah-wajah saudara-saudara sekalian, melihat keringat dan kerja keras para pekerja kita, saya katakan dengan penuh keyakinan: masa depan Indonesia justru sangat cerah dan gemilang! Bangsa kita tidak akan pernah kolaps, bangsa ini sedang bangkit menjadi raksasa ekonomi dunia," tegas Presiden Prabowo dengan suara lantang yang langsung disambut sorak kebanggaan ribuan hadirin.
Kepala Negara menggarisbawahi bahwa peresmian ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) serta peluncuran 11 proyek industri hilirisasi bernilai fantastis US$ 10,2 miliar atau setara Rp 180 triliun di Halmahera Tengah pada hari ini adalah representasi konkret dari kemandirian ekonomi. Melalui pemrosesan bahan mentah di dalam negeri, Indonesia berhasil memutus rantai ketergantungan ekspor tanah dan bebatuan mentah yang selama ratusan tahun dinikmati oleh negara-negara maju dengan harga murah.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan komitmen tanpa kompromi pemerintahannya untuk melindungi dan menghormati setiap rupiah dan dolar investasi yang telah ditanamkan oleh para pelaku usaha, baik investor domestik maupun pemodal multinasional. Pemerintah memastikan bahwa iklim investasi di tanah air akan senantiasa dijaga dengan regulasi yang pasti, birokrasi yang bersih dari pungutan liar, serta jaminan keamanan teritorial yang andal demi menjaga marwah kehormatan negara di panggung internasional.
"Kita adalah bangsa pejuang yang menjunjung tinggi kehormatan. Setiap investasi yang masuk ke tanah air untuk menyejahterakan rakyat Indonesia, membangun pabrik, menyerap tenaga kerja, dan mentransfer teknologi akan kita jaga dengan segenap kekuatan negara. Kolaborasi yang adil antara kekuatan modal dan kedaulatan rakyat adalah kunci kemakmuran bersama," imbuh Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi antarsektor dalam menjaga stabilitas pasokan energi dan bahan baku industri nasional. Menurutnya, keberhasilan industrialisasi di Maluku Utara ini akan menjadi percontohan bagi pengembangan klaster-klaster hilirisasi mineral terpadu di wilayah Papua, Sulawesi, dan Kalimantan, guna menjamin pemerataan kue pembangunan ekonomi nasional hingga ke pelosok terluar tanah air.
Didampingi Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta jajaran menteri teknis lainnya, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa para operator alat berat dan insinyur muda lokal yang bertugas di ruang kendali pabrik hidrometalurgi. Kepala Negara menyampaikan rasa bangga atas dedikasi mereka yang rela berkeringat di garis terdepan pembangunan kawasan timur Indonesia.
Pidato petang Presiden Prabowo di Halmahera Tengah ini mengirimkan pesan optimisme yang sangat kuat ke seluruh pelosok negeri dan pasar finansial global, menegaskan bahwa kepemimpinan nasional bersatu padu bersama rakyat untuk mengawal transformasi struktural ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 tanpa gentar terhadap berbagai tantangan disrupsi global.