BANJARNEGARA — Semangat membangkitkan kembali budaya membaca buku di lingkungan keluarga membahana di Alun-Alun Banjarnegara, Jawa Tengah, seiring digelarnya Festival Literasi Komunitas 2026, Selasa petang. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah bersama puluhan pegiat taman bacaan masyarakat (TBM) ini memadati ruang terbuka publik dengan ribuan anak, orang tua, dan pelajar yang antusias mengikuti parade membaca buku bersama di bawah rindangnya pohon beringin kota.

Mengusung tema 'Membaca Membuka Cakrawala, Menulis Merawat Peradaban', festival ini dirancang sebagai antitesis terhadap kecenderungan ketergantungan gawai (*gadget dependency*) yang marak menjangkiti anak-anak usia dini. Melalui kampanye 'Satu Jam Tanpa Gawai Bersama Buku' setiap malam di lingkungan keluarga, para orang tua diajak untuk kembali membiasakan mendampingi anak-anak membaca buku dongeng fiksi, sains populer, dan ensiklopedia nusantara sebelum waktu istirahat malam.

Pakar psikologi anak yang hadir sebagai pembicara seminar literasi keluarga menjelaskan bahwa interaksi membaca buku fisik bersama orang tua memiliki dampak emosional dan kognitif yang tak tergantikan oleh layar digital. Sentuhan fisik, tatapan mata, intonasi suara saat bercerita, serta dialog imajinatif merangsang perkembangan sinapsis otak anak secara optimal, melatih rentang konsentrasi, serta menumbuhkan empati sosial yang mendalam sejak dini.

Festival literasi ini juga memamerkan ratusan buku antologi puisi, cerita pendek, dan komik strip karya siswa-siswi sekolah dasar dan menengah setempat yang berhasil diterbitkan secara mandiri. Para penulis cilik mendapatkan ruang panggung untuk membacakan karya mereka di hadapan publik, membuktikan bahwa budaya membaca yang konsisten akan melahirkan keberanian mengekspresikan gagasan kreatif dalam bentuk karya tulis yang membanggakan.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berkomitmen untuk terus memperluas jaringan perpustakaan keliling (*mobile library*) dan pojok baca digital terintegrasi hingga ke pelosok desa-desa terpencil di lereng pegunungan Dieng. Fasilitas buku yang merata dan berkualitas diyakini menjadi pilar utama dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) daerah.

Masyarakat yang literat adalah masyarakat yang merdeka dalam berpikir dan bijak dalam bertindak. Dari kehangatan pangkuan orang tua yang membacakan buku bagi anaknya, lahir generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter mulia, dan siap memajukan peradaban Indonesia menuju masa depan yang gemilang.

Bupati Banjarnegara dalam sambutan pembukaannya mengapresiasi tinggi keterlibatan aktif ribuan bunda literasi desa, pustakawan keliling, dan pegiat taman bacaan masyarakat (TBM) yang tanpa lelah merintis sudut baca ramah anak di balai-balai desa dan posyandu. Gerakan membaca bersama selama 15 menit setiap malam sebelum tidur didorong menjadi kebiasaan wajib dalam pola asuh keluarga modern guna menyeimbangkan paparan gawai digital pada anak usia dini.

Festival literasi ini turut dimeriahkan dengan pameran buku terjangkau dari puluhan penerbit nasional, lokakarya penulisan buku cerita anak berbasis kearifan lokal, serta panggung mendongeng interaktif (*storytelling*) yang dipandu langsung oleh maestro pendongeng nusantara. Karya-karya puisi dan cerita pendek terbaik karya pelajar daerah didokumentasikan dan dicetak menjadi buku antologi literasi kebanggaan kabupaten.

Menghidupkan budaya literasi di lingkungan keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk kecerdasan emosional dan daya nalar kritis anak bangsa sejak usia dini. Dari bilik-bilik rumah di Banjarnegara, lentera kegemaran membaca terus dinyalakan untuk menyinari masa depan generasi muda Indonesia yang berwawasan luas dan berbudaya luhur.

Keterlibatan aktif para orang tua, pendidik, dan komunitas baca di pelosok desa menunjukkan bahwa gerakan literasi adalah gerakan gotong royong yang memerlukan komitmen jangka panjang. Dengan membiasakan membaca sejak buaian, anak-anak Indonesia akan tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan luas, berdaya cipta unggul, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan penuh percaya diri.