Pola pembelajaran sains di jenjang sekolah dasar kini bergeser dari metode menghafal rumus teks menjadi pengalaman praktik langsung (hands-on experiment). Terobosan kurikuler ini dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran logis murid dalam memahami fenomena alam di lingkungan sekitar mereka.

Melansir laporan dari portal resmi InfoPublik.id, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mendistribusikan modul peraga sains kontekstual ke puluhan ribu satuan pendidikan dasar di seluruh Indonesia. Modul ini mengajarkan konsep fisika dasar, biologi tanaman, serta kimia sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan ramah lingkungan yang mudah ditemukan di rumah.

Selain penyediaan alat peraga fisik, pemerintah membekali para guru kelas dengan modul pelatihan pedagogi inkuiri terstruktur. Melalui platform belajar daring, para pendidik diajarkan bagaimana mengarahkan murid untuk merumuskan pertanyaan, mengumpulkan data observasi, dan menyimpulkan hasil pengamatan secara mandiri tanpa takut salah.

Hasil evaluasi uji coba di beberapa daerah percontohan memperlihatkan peningkatan signifikan pada rasa ingin tahu dan kepercayaan diri siswa dalam berdiskusi. Kemendikdasmen optimistis pendekatan sains yang menyenangkan ini akan menjadi pondasi kokoh dalam mencetak talenta ilmuwan dan inovator masa depan bangsa.