Kesenjangan kualitas pembelajaran antardaerah terus dipangkas melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik di garda terdepan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar program pelatihan intensif Guru Penggerak Digital khusus bagi para guru yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Melansir laporan dari InfoPublik.id, program pelatihan ini memadukan materi pedagogi berdiferensiasi dengan pemanfaatan perangkat pembelajaran luring-daring (hybrid learning). Pemerintah mendistribusikan perangkat tablet edukasi bertenaga surya yang telah memuat ribuan materi buku teks interaktif, video eksperimen sains, dan modul latihan soal tanpa memerlukan koneksi internet aktif.

Para guru dilatih bagaimana merancang suasana kelas yang interaktif dan memotivasi murid berpikir kritis melalui studi kasus kearifan lokal. Dengan pendekatan ini, proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung dinamis meskipun sekolah berada di daerah dengan keterbatasan infrastruktur listrik dan sinyal komunikasi.

Menteri Pendidikan menegaskan bahwa guru merupakan kunci utama transformasi sumber daya manusia bangsa. Insentif tunjangan khusus dan prioritas sertifikasi profesi turut diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi tanpa lelah para pendidik di beranda terluar kepulauan nusantara.