Komitmen mendekatkan dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja riil kembali diwujudkan secara konkret. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meresmikan penandatanganan nota kesepahaman program revitalisasi vokasi nasional bersama pimpinan 250 asosiasi dan korporasi industri manufaktur, teknologi informasi, serta logistik di Jakarta.

Melansir warta resmi InfoPublik.id, program ini menargetkan keterlibatan 50.000 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan politeknik vokasi di seluruh Indonesia untuk menjalani program magang kerja intensif selama enam bulan. Para peserta akan dibimbing langsung oleh mentor profesional industri dan memperoleh sertifikat kompetensi keahlian berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi menjelaskan bahwa skema kurikulum kini diselaraskan (link and match) secara menyeluruh dengan peta jalan industri masa depan. Bidang keahlian yang menjadi prioritas meliputi teknologi otomasi robotika pabrik, pemeliharaan baterai kendaraan listrik, komputasi awan, dan rekayasa perhotelan ramah lingkungan.

Pemerintah juga memberikan insentif pengurangan pajak super (super tax deduction) hingga 200 persen bagi pelaku industri yang aktif berinvestasi dalam penyediaan sarana laboratorium praktik dan pembiayaan program magang kejuruan, mendorong percepatan penyerapan lulusan muda berdaya saing tinggi.