LOMBOK TENGAH — Operator telekomunikasi nasional bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyiagakan infrastruktur jaringan digital berkapasitas tinggi di kawasan Sirkuit Mandalika dan destinasi wisata sekitarnya di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu. Sebanyak 296 unit Base Transceiver Station (BTS) berteknologi 4G/LTE dan 5G dikerahkan guna mengawal lonjakan trafik komunikasi data puluhan ribu penonton serta mendukung kelancaran siaran langsung televisi internasional ke seluruh penjuru dunia.

Pengerahan infrastruktur telekomunikasi skala masif ini mencakup pengoperasian unit BTS bergerak (Combat BTS) di titik-titik krusial keramaian, seperti tribun utama sirkuit, area bukit penonton, paddock pit lane, media center internasional, hingga terminal transit shuttle bus di sepanjang koridor The Mandalika. Peningkatan kapasitas bandwidth data dilakukan hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa guna mencegah terjadinya kepadatan jaringan (network congestion) saat para penonton mengunggah video resolusi tinggi ke media sosial.

Di area Media Center Indonesia (MCI) dan International Broadcast Center (IBC), jaringan serat optik pita lebar berkecepatan gigabit per detik disediakan secara khusus untuk melayani kebutuhan ratusan jurnalis peliput dan kru siaran resmi Dorna Sports. Kecepatan transmisi data tanpa jeda menjadi tulang punggung bagi transmisi umpan video resolusi 4K dan komunikasi radio tim balap (pit communication) yang membutuhkan latensi ultra-rendah sepanjang balapan berlangsung. Pemasangan kabel fiber optik redundan ganda di sekitar perimeter lintasan menjamin kontinuitas transmisi sinyal data tanpa risiko pemadaman jaringan secara mendadak.

Manajemen operator menyatakan bahwa optimalisasi jaringan tidak hanya difokuskan di dalam arena lintasan balap, melainkan juga menjangkau titik-titik simpul transportasi utama di Pulau Lombok. Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Bangsal, serta sentra perhotelan di Mataram dan Senggigi mendapatkan penguatan cakupan sinyal agar para wisatawan nusantara dan mancanegara menikmati pengalaman digital prima selama berada di NTB. Akses jaringan 5G mandiri (standalone) turut dimanfaatkan untuk mendukung operasional armada kendaraan shuttle otonom dan sistem tiket elektronik nirsentuh di gerbang sirkuit.

Selain menghadirkan konektivitas broadband yang tangguh, tim teknisi jaringan turut menggelar posko komando operasi siber dan monitoring jaringan (Network Operation Center) 24 jam nonstop di lokasi sirkuit. Sistem cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) diintegrasikan untuk menyeimbangkan beban lalu lintas data antartower pemancar secara otomatis, sehingga performa koneksi tetap stabil meskipun puluhan ribu ponsel mengakses jaringan secara bersamaan pada momen finis balapan.

Suksesnya penyediaan infrastruktur digital di gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ini kembali membuktikan kematangan kapabilitas teknologi informasi nasional dalam menyelenggarakan ajang olahraga otomotif kelas dunia, sekaligus menjadi etalase keandalan konektivitas digital Indonesia di panggung global.

Selain melayani gelaran olahraga, pengembangan infrastruktur digital di Pulau Lombok diarahkan untuk memberikan dampak jangka panjang bagi percepatan transformasi digital masyarakat lokal. Kemenkominfo bersama operator seluler secara bertahap memperluas penetrasi jaringan 5G ke kawasan sentra industri kreatif, pelabuhan logistik, dan desa-desa wisata di seluruh pelosok Nusa Tenggara Barat guna membuka peluang ekonomi digital baru bagi pelaku usaha mikro.

Pemanfaatan teknologi sensor pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang terhubung dengan jaringan 5G mulai diujicobakan untuk pemantauan cuaca maritim dan manajemen sumber daya air pertanian presisi di sekitar kawasan lingkar Mandalika. Inisiatif ini membuktikan bahwa adopsi infrastruktur telekomunikasi mutakhir tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan ajang sesaat, melainkan menjadi katalisator modernisasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.