Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui sub-holding InJourney Airports, mengumumkan cetak biru strategis pengembangan konektivitas bandara sebagai penggerak utama (*catalyst*) lahirnya destinasi pariwisata baru di seluruh kepulauan Indonesia. Transformasi ini dirancang untuk mengubah fungsi fisik bandara dari sekadar tempat transit pergantian moda transportasi menjadi etalase kebudayaan hidup (*living cultural showcase*) dan pusat pengalaman wisata (*tourism experience hub*) yang memikat sejak langkah pertama pelancong menginjakkan kaki.

Direktur Utama InJourney Airports memaparkan bahwa diversifikasi destinasi wisata merupakan kunci mutlak dalam mengurangi kelebihan konsentrasi pelancong (*overtourism*) di kawasan Bali dan Yogyakarta. Melalui integrasi 37 bandara di bawah pengelolaan tunggal InJourney, rute penerbangan langsung (*direct flights*) dari pasar sumber wisatawan mancanegara seperti Australia, India, Timur Tengah, dan Asia Timur mulai dialirkan langsung menuju bandara-bandara hub pariwisata daerah, seperti Labuan Bajo, Danau Toba via Silangit, Belitung, Manado, dan Raja Ampat via Sorong.

Dalam program revitalisasi interior bandara, InJourney mengedepankan identitas arsitektur khas kearifan lokal nusantara yang dipadukan dengan kenyamanan fasilitas digital modern. Ruang tunggu terminal disulap menghadirkan panggung instalasi seni kriya interaktif, gerai pameran produk UMKM wastra dan kuliner legendaris daerah, serta pemandu wisata digital berbasis augmented reality (AR) yang mengedukasi wisatawan mengenai rute-rute ekowisata tersembunyi (*hidden gems*) di sekitar provinsi.

InJourney juga mempererat kolaborasi bersama maskapai penerbangan nasional dan internasional melalui pemberian paket insentif pengurangan tarif pendaratan (*landing fee discounts*) bagi pembukaan rute penerbangan perintis menuju destinasi wisata minat khusus. Sinergi ini ditargetkan mampu memicu pertumbuhan volume pergerakan penumpang pesawat domestik dan internasional melampaui 170 juta penumpang per tahun.

Pemerintah daerah dan komunitas pengelola desa wisata menyambut antusias inisiatif integrasi simpul bandara ini. Ketersediaan rute penerbangan yang andal dan terjadwal secara reguler memberikan kepastian bagi operator tur lokal, pengusaha penginapan *homestay*, perajin cinderamata, dan pemandu wisata alam untuk memperluas skala usaha ekonomi kreatif mereka.

InJourney Airports memastikan bahwa ekspansi pariwisata ini dijalankan dengan komitmen pelestarian lingkungan (*green airport management*), mencakup efisiensi pemanfaatan energi surya atap, pengelolaan air daur ulang, serta pengurangan limbah plastik di seluruh gerai ritel bandara guna menjamin pariwisata berkelanjutan bagi generasi masa depan.

Revitalisasi ekosistem bandara sebagai gerbang pariwisata terpadu membuktikan bahwa infrastruktur transportasi udara mampu menjadi jembatan kemakmuran bagi rakyat di pelosok daerah. Dengan layanan berstandar internasional yang berjiwa keramahan nusantara, bandara-bandara Indonesia siap menyambut pelancong dunia untuk menjelajahi untaian keindahan zamrud khatulistiwa.

Dalam rangka meningkatkan lama tinggal (*length of stay*) dan belanja wisatawan di daerah, InJourney Airports mengintegrasikan sistem pemesanan tiket penerbangan dengan transportasi darat lokal, pemandu wisata bersertifikasi, dan penginapan ramah lingkungan melalui aplikasi terpadu. Kolaborasi antarmoda ini mempermudah pelancong menjelajahi objek wisata alam dan budaya tanpa kendala transportasi.

Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif BUMN pariwisata ini karena membuka ribuan lapangan kerja baru bernilai tambah tinggi bagi pemuda lokal di sektor ekonomi kreatif. Bandara yang hidup dan memancarkan kekayaan budaya nusantara menjadi pintu gerbang kemakmuran yang menggerakkan roda perekonomian rakyat secara inklusif dan berkelanjutan.

Pengembangan destinasi wisata berbasis konektivitas bandara membuktikan bahwa kekayaan alam dan budaya nusantara memiliki daya pikat luar biasa bagi wisatawan dunia. InJourney terus memperkuat sinergi pariwisata daerah guna menggerakkan ekonomi kerakyatan dan membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat lokal.