Transformasi menuju pariwisata berkelanjutan berkualitas di tanah air mencatatkan babak baru. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara resmi menyerahkan sertifikat akreditasi Destinasi Karbon Netral Percontohan kepada 50 pengelola kawasan ekowisata dan desa wisata terpadu dalam acara penganugerahan di Denpasar, Bali.
Melansir laporan kantor berita LKBN ANTARA, sertifikasi ini diberikan melalui audit independen menyeluruh terhadap indikator penggunaan energi terbarukan, efisiensi konsumsi air, daur ulang limbah padat tanpa pembakaran, serta pemanfaatan kendaraan listrik ramah lingkungan untuk transportasi wisatawan lokal.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa tren pelancong global pascapandemi menunjukkan preferensi tinggi terhadap destinasi yang berkomitmen menjaga kelestarian alam dan memberdayakan komunitas warga setempat. Pariwisata hijau bukan lagi sekadar tren pelengkap, melainkan tuntutan daya saing utama destinasi internasional.
Pemerintah menargetkan perluasan skema sertifikasi karbon netral ini ke 200 destinasi wisata lainnya di seluruh nusantara hingga akhir 2027, mengukuhkan citra Indonesia sebagai destinasi ekowisata terdepan di kawasan Asia Pasifik.