MAKASSAR — Upaya internasionalisasi perguruan tinggi negeri di Indonesia mencatatkan babak baru melalui penguatan kerja sama akademik strategis antara Universitas Hasanuddin (Unhas) dan The University of Queensland (UQ), Australia. Naskah kerja sama bilateral yang ditandatangani di Kampus Tamalanrea Makassar, Senin sore, menyepakati pembukaan program gelar ganda (*double degree*) jenjang sarjana dan pascasarjana, pertukaran mahasiswa dan dosen peneliti, serta pendirian pusat riset kolaboratif keanekaragaman hayati laut tropis kawasan Indo-Pasifik.

Melalui skema program gelar ganda ini, mahasiswa Indonesia memiliki kesempatan emas menempuh dua tahun perkuliahan di tanah air dan dua tahun di Brisbane, Australia, serta lulus dengan mengantongi dua ijazah kesarjanaan sekaligus dari kedua universitas bereputasi tinggi tersebut. Program studi yang diprioritaskan mencakup bidang sains kelautan dan perikanan berkelanjutan, teknologi biomedis molekuler, teknik lingkungan energi terbarukan, serta ekonomi pembangunan internasional.

Rektor Unhas menyatakan bahwa kemitraan dengan salah satu kampus kelompok bergengsi Group of Eight Australia ini merupakan wujud konkret transformasi kampus menuju predikat universitas riset berkelas dunia (*World Class University* / WCU). Mahasiswa Indonesia tidak hanya mendapatkan transfer ilmu pengetahuan mutakhir dan akses ke fasilitas laboratorium superkomputer berstandar internasional, melainkan juga mengasah kecakapan kepemimpinan lintas budaya yang sangat dibutuhkan di era globalisasi.

Di bidang penelitian, konsorsium riset Unhas dan UQ mengalokasikan pendanaan bersama untuk ekspedisi pemetaan ekosistem terumbu karang di segitiga karang dunia (*Coral Triangle*) kawasan Wallacea Sulawesi. Data penelitian bersama ini akan digunakan untuk merumuskan kebijakan perlindungan kawasan konservasi perairan laut dari dampak pemutihan karang (*coral bleaching*) akibat pemanasan suhu samudra global.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengapresiasi terobosan kolaborasi antarkampus lintas benua ini. Program ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperluas beasiswa mobilitas internasional dan memastikan riset-riset akademis perguruan tinggi dalam negeri memberikan kontribusi solusi nyata bagi tantangan kemanusiaan dunia.

Internasionalisasi pendidikan tinggi terbukti mampu memperluas wawasan generasi muda bangsa dan mencetak lulusan berdaya saing global yang berintegritas tinggi. Dengan mencicipi pengalaman akademik bertaraf dunia, para sarjana muda Indonesia siap pulang membangun tanah air membawa keahlian, jejaring internasional, dan optimisme kemajuan peradaban.

Program kemitraan akademik internasional ini juga membuka peluang beasiswa parsial dan beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di kawasan Indonesia Timur untuk merasakan atmosfer pendidikan tinggi di Australia. Kesetaraan akses terhadap pendidikan bermutu tinggi menjadi komitmen utama Unhas dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Dengan semakin banyaknya kampus-kampus di Indonesia yang menjalin kemitraan gelar ganda dan konsorsium riset kelas dunia, kualitas sumber daya manusia Indonesia diyakini akan melesat maju, siap bersaing di panggung kerja global, dan membawa nama harum bangsa di kancah peradaban internasional.

Transformasi pendidikan tinggi berkelas dunia ini menjadi jembatan emas bagi para sarjana muda Indonesia untuk berkontribusi di kancah riset global. Penguasaan sains maritim dan kepemimpinan internasional akan membawa bangsa Indonesia semakin berdaulat dan disegani di pentas dunia.

Kerja sama riset internasional ini juga membuka peluang transfer teknologi maritim mutakhir bagi pengembangan industri perikanan dan bioteknologi kelautan nasional. Penguasaan sains samudra yang mumpuni akan mengantarkan Indonesia mewujudkan cita-cita poros maritim dunia yang berdaulat dan disegani di kancah internasional.

Komitmen memajukan kualitas riset dan pendidikan tinggi nasional adalah investasi peradaban paling abadi bagi kedaulatan bangsa.