Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan pernyataan strategis yang ditujukan kepada komunitas investor domestik maupun mancanegara di sela-sela agenda peninjauan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Kamis sore (8/10/2026). Dalam keterangannya, tokoh senior pengawal kebijakan ekonomi nasional tersebut menegaskan bahwa kondisi fundamental perekonomian Indonesia saat ini berada dalam posisi paling sehat dan berdaya tahan tinggi menghadapi turbulensi pasar keuangan global.

Luhut secara terbuka mengimbau para calon penanam modal, perbankan investasi global, dan konsorsium industri multinasional agar tidak membuang waktu dan tidak ragu untuk memperluas ekspansi bisnis mereka di Indonesia. Berbagai indikator makroekonomi kunci—mulai dari pertumbuhan produk domestik bruto yang stabil di kisaran 5,2 persen, tingkat inflasi nasional yang berhasil ditekan di bawah angka 3 persen, hingga rasio utang pemerintah terhadap PDB yang terkelola secara disiplin—menjadi bukti tak terbantahkan atas kredibilitas pengelolaan ekonomi Indonesia.

"Kepada seluruh investor, baik dari dalam negeri maupun dari seluruh belahan dunia, pesan saya sangat sederhana dan tegas: jangan pernah ragu untuk berinvestasi di Indonesia. Fundamental ekonomi kita sangat kuat, cadangan devisa kita kokoh, dan stabilitas politik nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo berjalan sangat solid. Peluang emas di sektor transisi energi dan hilirisasi ada di sini," ungkap Luhut di hadapan awak media.

Mantan Menko Marves yang kini memimpin lembaga penasihat ekonomi presiden tersebut memaparkan bahwa Dewan Ekonomi Nasional secara intensif menyusun cetak biru sinkronisasi kebijakan antara otoritas fiskal Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan kementerian teknis. Harmonisasi ini dirancang untuk memangkas hambatan perizinan birokrasi, memberikan insentif perpajakan yang tepat sasaran (tax holiday dan allowance), serta menjamin ketersediaan pasokan energi listrik hijau bersumber dari pembangkit hidro dan surya bagi kawasan-kawasan industri prioritas.

Selain jaminan stabilitas moneter dan fiskal, Luhut menambahkan bahwa pemerintah secara proaktif terus mempercepat digitalisasi layanan logistik kepelabuhanan melalui ekosistem National Logistics Ecosystem (NLE). Efisiensi jalur logistik maritim antarwilayah ini terbukti sukses memangkas biaya operasional kapal kargo dan mempercepat waktu sandar kapal tanker pengangkut komoditas ekspor di pelabuhan-pelabuhan industri kawasan timur Indonesia.

Luhut turut menepis berbagai isu dan spekulasi liar yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab mengenai dinamika internal kabinet. Dirinya menegaskan bahwa seluruh tim ekonomi Kabinet Merah Putih bekerja secara kompak, profesional, dan satu komando di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna mencapai target pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan merata hingga ke luar Pulau Jawa.

Terkait dengan pengembangan kawasan industri terpadu Weda Bay, Luhut mengapresiasi pencapaian ekspor baterai EV perdana yang dinilainya sebagai wujud konkret dari konsistensi kebijakan jangka panjang yang telah dirintis selama satu dekade terakhir. Keberhasilan ini membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya sekadar penonton di era revolusi energi hijau dunia, melainkan telah berevolusi menjadi salah satu episentrum pemasok utama baterai lithium global.

Dewan Ekonomi Nasional berkomitmen untuk terus memonitor realisasi komitmen investasi di berbagai proyek strategis nasional, memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan hidup dan keselamatan kerja, serta mendorong peningkatan porsi partisipasi industri rantai pasok lokal agar manfaat ekonomi hilirisasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah.

DEN juga merencanakan pembentukan satuan tugas percepatan investasi hilirisasi di daerah guna mengawal realisasi proyek di lapangan secara berkala.

Optimisme yang disuarakan oleh Ketua DEN Luhut Pandjaitan pada Kamis sore ini memberikan sinyal kepastian yang sangat berharga bagi iklim bisnis nasional, memperteguh kepercayaan komunitas korporasi internasional terhadap prospek cerah pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.