Perguruan tinggi swasta bereputasi internasional, Swiss German University (SGU), melalui Fakultas Ilmu Kehidupan dan Teknologi Pangan (*Food Technology*) mengumumkan terobosan pengabdian masyarakat berbasis sains terapan bertajuk program "Sinergizi". Program ini dirancang sebagai kontribusi nyata dunia akademisi kampus dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga perdesaan sekaligus mendukung program prioritas nasional penanggulangan tengkes (stunting) melalui diversifikasi pangan fungsional berbasis bahan baku lokal.
Ketua tim peneliti Sinergizi SGU memaparkan bahwa riset laboratorium yang telah dikembangkan selama hampir dua tahun ini berfokus pada rekayasa formulasi tepung pangan padat nutrisi (*nutrient-dense food powder*) yang memanfaatkan perpaduan bahan baku nabati lokal unggulan, seperti tempe kedelai non-transgenik, ekstrak daun kelor (*Moringa oleifera*), ubi jalar jingga kaya beta-karoten, serta tepung ikan gabus tinggi albumin. Formula ini dirancang mudah dicampurkan ke dalam bubur bayi atau masakan keluarga tanpa mengubah rasa alami hidangan.
Hasil uji laboratorium biokimia membuktikan bahwa formula Sinergizi kaya akan asam amino esensial lengkap, zat besi hayati (*bioavailable iron*), kalsium organik, serta asam lemak omega-3 yang sangat mudah diserap oleh saluran pencernaan anak balita. Intervensi gizi berbasis pangan lokal ini menjadi solusi ekonomis alternatif pengganti produk suplemen impor pabrikan yang berharga mahal bagi keluarga berpendapatan rendah.
Selain riset laboratorium mikronutrien, para dosen dan mahasiswa SGU diterjunkan langsung ke desa-desa binaan di kawasan Banten dan Jawa Barat untuk melaksanakan lokakarya edukasi literasi gizi terpadu bagi ribuan ibu rumah tangga dan kader posyandu. Materi edukasi mencakup tata cara pemilihan bahan pangan segar yang higienis, teknik memasak sayuran minim kerusakan vitamin, serta panduan pengenalan menu makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang bervariasi.
Rektor Swiss German University menegaskan bahwa program Sinergizi merupakan implementasi nyata dari konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menempatkan mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi mampu memecahkan persoalan riil di tengah masyarakat. Mahasiswa dilatih memiliki kepekaan sosial, keterampilan komunikasi antarbudaya, dan keahlian rekayasa teknologi pangan yang bermanfaat langsung bagi kemakmuran rakyat.
Pemerintah daerah setempat mengapresiasi tinggi keterlibatan akademisi SGU dan berkomitmen mengadopsi modul formula pangan Sinergizi ke dalam program dapur sehat gizi desa (*Dapur Sehat Atasi Stunting* / DASHAT). Sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat menjadi kunci keberhasilan penurunan angka gagal tumbuh anak secara berkelanjutan.
Inovasi Sinergizi Swiss German University membuktikan bahwa kolaborasi sains dan pendidikan tinggi mampu menjadi pilar strategis kemandirian pangan bangsa. Dengan mendayagunakan potensi keanekaragaman hayati nusantara melalui riset akademis berstandar global, generasi emas anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan membanggakan masa depan peradaban bangsa.
Keberhasilan riset pangan Sinergizi ini telah menarik minat sejumlah industri pengolahan makanan berskala nasional untuk menjajaki hilirisasi produksi massal dengan skema lisensi riset kampus. Keuntungan royalti dari hilirisasi pangan lokal ini akan dialokasikan kembali sebagai dana beasiswa studi riset bagi para mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Inovasi akademisi SGU membuktikan bahwa pendidikan tinggi teknologi di Indonesia memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni dalam memecahkan masalah riil gizi masyarakat. Semangat kolaborasi riset yang membumi ini menjadi inspirasi berharga bagi seluruh kampus di tanah air untuk terus mengabdikan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan dan kemandirian bangsa.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas ibu rumah tangga menjadi bukti nyata bahwa sains terapan mampu menjadi solusi konkret dalam mencetak generasi penerus yang sehat dan bebas dari stunting. Bersama inovasi pangan lokal, Indonesia siap melangkah mantap menyongsong masa depan gemilang.