PT Pertamina Patra Niaga selaku sub-holding komersial dan operasional PT Pertamina (Persero) merilis laporan resmi evaluasi ketahanan pasokan dan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) nasional per Senin, 19 Oktober 2026. Pertamina memastikan tidak ada perubahan harga jual untuk seluruh lini produk BBM nonsubsidi (seperti Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex) serta menjamin penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar berjalan tepat kuota dan tepat sasaran.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga menerangkan bahwa keputusan mempertahankan harga jual BBM di awal pekan ketiga Oktober ini diambil setelah mempertimbangkan pergerakan harga minyak mentah acuan dunia (Brent dan WTI) serta rata-rata publikasi harga produk minyak Mean of Platts Singapore (MOPS) yang masih berada dalam rentang perhitungan formula batas atas harga jual eceran yang ditetapkan Kementerian ESDM.

Selain kepastian harga, Pertamina mengintensifkan pengawasan rantai pasok logistik bahan bakar ke lebih dari 7.500 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh wilayah Indonesia. Melalui sistem kendali digital terpusat *Pertamina Integrated Command Center* (PICC), pemantauan volume tangki pendam SPBU, posisi armada mobil tangki yang melaju di jalan tol, hingga jadwal sandar kapal tanker minyak di terminal BBM pelabuhan terpantau secara seketika (*real-time monitoring*).

Langkah antisipasi pasokan diprioritaskan pada jalur-jalur urat nadi logistik darat nasional seperti jalan tol Trans-Jawa, jalan lintas Sumatra, serta kawasan sentra industri dan pertambangan di Kalimantan dan Sulawesi. Ketersediaan BBM jenis Solar berkualitas prima dan Dexlite di jalur truk ekspedisi dipastikan aman guna mencegah hambatan pengiriman bahan pokok pangan dan suku cadang industri antarkota.

Pengawasan kualitas bahan bakar di SPBU diperketat melalui inspeksi berkala bersama Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan. Uji tera dispenser dan pemeriksaan densitas cairan bahan bakar dilakukan secara mendadak (*sidak*) untuk menjamin takaran yang tepat presisi dan kualitas bensin bebas dari kontaminasi air tanah.

Komunitas pemilik kendaraan bermotor dan asosiasi pengusaha truk logistik (Aptrindo) menyambut lega stabilitas harga dan kelancaran pasokan BBM Pertamina ini. Kepastian harga energi transportasi menjadi jangkar penting dalam menjaga stabilitas ongkos angkut barang dan daya beli masyarakat luas di tengah tantangan ekonomi global.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen pengabdian tanpa henti dalam menghadirkan energi berkualitas bagi seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan dedikasi tinggi ribuan perwira Pertamina dari kilang pengolahan hingga ujung selang dispenser SPBU, roda mobilitas transportasi nusantara dipastikan senantiasa berputar lancar, aman, dan berkeadilan.

Untuk menjamin kepuasan pelanggan kendaraan pribadi maupun armada niaga, Pertamina Patra Niaga terus meningkatkan fasilitas pembayaran non-tunai melalui aplikasi MyPertamina di seluruh jalur tol utama. Berbagai program loyalitas dan poin hadiah disiapkan bagi para pengguna setia bahan bakar ramah lingkungan Pertamax series dan Pertamina Dex guna mendorong adopsi bahan bakar berstandar emisi Euro 4.

Pertamina juga menyiagakan posko pengaduan konsumen dan layanan darurat motoris 135 di simpul-simpul lalu lintas padat antarkota untuk mengantisipasi potensi kendala pengendara yang kehabisan bahan bakar di jalan. Keandalan pasokan energi nasional menjadi bukti pengabdian tulus Pertamina dalam menggerakkan denyut roda perekonomian dan kenyamanan mobilitas seluruh rakyat Indonesia.

Komitmen teguh Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bahan bakar menjadi pilar fundamental dalam menopang kelancaran urat nadi perekonomian rakyat. Dari kota-kota metropolitan hingga pelosok perbatasan nusantara, energi berkualitas senantiasa disalurkan demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.