DENPASAR — Menanggapi kekhawatiran masyarakat dan pelaku industri pariwisata terkait antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Denpasar dan Badung, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengambil langkah cepat dengan menambah alokasi pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan menyiagakan armada distribusi 24 jam di seluruh wilayah Provinsi Bali, Selasa petang.

Manajemen Pertamina Patra Niaga secara terbuka menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan antrean yang sempat terjadi pada awal pekan. Kepadatan di beberapa SPBU dijelaskan bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan minyak dari kilang pusat, melainkan akibat lonjakan konsumsi kendaraan wisatawan yang meningkat drastis seiring tingginya mobilitas pariwisata dan adanya kendala teknis cuaca gelombang laut yang sempat memperlambat waktu sandar kapal tanker pengangkut BBM di Integrated Terminal Manggis, Karangasem.

Guna memastikan kestabilan stok di lapangan, Pertamina mengerahkan tambahan 25 unit mobil tangki cadangan yang beroperasi secara bergilir mendistribusikan BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Biosolar langsung ke tangki-tangki pendam SPBU di koridor pariwisata Kuta, Seminyak, Nusa Dua, dan Ubud. Kapasitas cadangan operasional (*coverage days*) di Terminal Manggis dan Pesanggaran dipastikan berada pada level sangat aman, mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Pulau Dewata hingga lebih dari 12 hari ke depan.

Pertamina juga berkoordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Polda Bali guna memberikan pengawalan prioritas bagi truk-truk tangki pengangkut BBM saat melintasi jalur-jalur kemacetan lalu lintas perkotaan. Petugas pengawas diterjunkan memantau ketersediaan stok digital di setiap SPBU melalui sistem terpadu Pertamina Integrated Command Center (PICC), sehingga pengiriman ulang (*refill*) dapat dilakukan secara otomatis sebelum volume tangki menyentuh batas minimum.

Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi respons cepat dan transparansi komunikasi Pertamina dalam memulihkan kelancaran distribusi BBM. Ketersediaan energi yang stabil merupakan urat nadi vital bagi sektor transportasi pariwisata, logistik sembako, serta aktivitas harian masyarakat lokal.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan wajar tanpa perlu melakukan aksi borong (*panic buying*). Dengan pasokan yang melimpah dan distribusi yang terkawal ketat, keandalan pasokan energi di Pulau Bali dipastikan terjaga aman dan lancar.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjelaskan bahwa selain menyiagakan SPBU modular dan armada mobil tangki cadangan, Pertamina juga memperkuat kesiapan layanan motorist delivery service 135 di titik-titik jalur wisata padat seperti kawasan Kuta, Canggu, Ubud, dan jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk. Layanan cepat tanggap pengantaran BBM nonsubsidi ini siap membantu wisatawan yang kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan lalu lintas.

Pertamina turut berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Polda Bali guna memperoleh jalur prioritas lintasan bagi truk tangki BBM di jalan-jalan protokol selama periode libur panjang. Pemantauan stok di seluruh tangki pendam SPBU dilakukan secara digital melalui sistem pemantauan otomatis terpusat (*auto-replenishment system*), sehingga pengiriman pasokan tambahan dapat dilakukan secara proaktif sebelum stok mencapai batas kritis minimum.

Keandalan rantai pasok energi yang terintegrasi ini menjadi jaminan kenyamanan bagi jutaan pelancong domestik maupun mancanegara yang menikmati keindahan Pulau Dewata. Dedikasi Pertamina dalam menjaga ketersediaan BBM dan LPG membuktikan komitmen nyata BUMN energi dalam mendukung pemulihan industri pariwisata dan geliat perekonomian masyarakat Bali secara berkesinambungan.

Pengawasan terpadu terhadap kualitas takaran tera di seluruh dispenser SPBU juga dilakukan secara ketat bersama Balai Metrologi Legal guna memastikan tidak ada kecurangan takaran BBM yang merugikan masyarakat konsumen. Transparansi dan ketepatan takaran bahan bakar menjadi komitmen utama Pertamina dalam memberikan pelayanan terbaik berstandar internasional.