PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) bergerak cepat memperkuat keandalan pasokan dan rantai distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta gas elpiji di seluruh wilayah Provinsi Bali. Menyusul peningkatan lonjakan mobilitas kendaraan bermotor wisatawan domestik dan mancanegara menjelang musim liburan panjang, kondisi antrean pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan dilaporkan telah berangsur normal dan kondusif.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memaparkan bahwa langkah penanganan cepat di lapangan dilakukan dengan menambah frekuensi pengiriman armada truk tangki BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sanggaran dan TBBM Manggis secara berkesinambungan 24 jam sehari. Pola suplai regular, alternatif, dan darurat (*regular, alternative, and emergency supply*) diaktifkan secara taktis guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalur-jalur utama pulau dewata.
Untuk melayani kendaraan bermotor di simpul-simpul wisata yang padat lalu lintas seperti kawasan Kuta Selatan, Canggu, dan Ubud, Pertamina menyiagakan fasilitas SPBU modular portabel dan armada layanan pesan antar BBM motor (*Pertamina Delivery Service* / PDS 135). Fasilitas ini disiapkan khusus untuk membantu pengendara mobil dan sepeda motor yang mengalami kendala kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan panjang tanpa harus mencari SPBU permanen.
Pertamina turut berkoordinasi secara terpadu bersama Polda Bali dan Dinas Perhubungan guna mendapatkan kawalan prioritas bagi iring-iringan truk tangki BBM pada jam-jam sibuk pagi dan petang. Di samping itu, seluruh pengelola SPBU diwajibkan mengoptimalkan fungsi dispenser digital dan menyiagakan petugas pengawas takaran tera metrologi guna memastikan kualitas takaran bahan bakar yang akurat dan transparan bagi para konsumen.
Tingkat ketahanan stok BBM jenis Pertalite, Pertamax series, serta Solar bersubsidi di seluruh depot penyimpanan wilayah Bali dipastikan berada pada batas level sangat aman dengan ketahanan cadangan melampaui 14 hari konsumsi harian. Pertamina mengimbau masyarakat dan para pelaku industri pariwisata untuk tidak terpengaruh oleh kabar bohong kelangkaan energi (*panic buying*) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Para pengusaha rental kendaraan otomotif dan asosiasi pengemudi angkutan pariwisata di Bali menyambut lega pemulihan kelancaran distribusi BBM ini. Kelancaran pasokan bahan bakar merupakan urat nadi vital dalam menjaga kenyamanan perjalanan para wisatawan serta menopang perputaran denyut roda perekonomian pariwisata Pulau Dewata.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika kebutuhan energi di lapangan secara seketika melalui sistem digital *Integrated Enterprise Data and Command Center* (IEDCC). Dengan pelayanan prima tanpa henti, Pertamina menjamin kenyamanan mobilitas transportasi masyarakat dan wisatawan di Pulau Dewata senantiasa aman, lancar, dan berkeadilan.
Untuk menjamin transparansi pelayanan kepada konsumen, Pertamina Patra Niaga menyiagakan posko pengaduan terpadu dan tim inspeksi tera metrologi yang melakukan uji petik takaran dispenser secara berkala di seluruh SPBU kawasan Denpasar dan Badung. Konsumen yang membutuhkan bantuan darurat bahan bakar di tengah kemacetan dapat langsung menghubungi pusat panggilan 135 untuk mendapatkan pengantaran bensin cepat dengan armada motoris.
Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali mengapresiasi respons cepat dan mitigasi taktis Pertamina dalam menjaga ketersediaan BBM di Pulau Dewata. Kesiapsiagaan pasokan energi yang prima memberikan jaminan rasa nyaman dan kepastian mobilitas bagi jutaan wisatawan domestik dan mancanegara yang menikmati keindahan alam dan budaya Bali.
Pengawasan terpadu terhadap kualitas BBM dan ketepatan takaran meter dispenser di seluruh SPBU terus ditingkatkan bersama dinas metrologi legal demi melindungi hak-hak masyarakat konsumen. Pertamina senantiasa hadir memberikan energi terbaik guna mendukung pemulihan ekonomi dan kejayaan pariwisata Indonesia.