YOGYAKARTA — Panggung kreativitas dan kreasi kriya otomotif nasional kembali membuktikan tajinya di panggung internasional seiring tuntasnya penyelenggaraan festival akbar kustom kulture tahunan, Kustomfest 2026, yang dipusatkan di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Selama dua hari penuh perhelatan, panitia mencatat lebih dari 26.000 pengunjung dari berbagai pelosok nusantara dan mancanegara memadati arena pameran guna menyaksikan ratusan karya mahakarya sepeda motor dan mobil kustom karya para perajin (*builders*) terbaik anak bangsa.

Ajang Kustomfest tahun ini mengusung semangat kolaborasi antara kemahiran rekayasa mekanik presisi dengan kearifan filosofi kriya seni tradisional nusantara. Banyak karya modifikasi motor chopper, café racer, dan tracker memadukan ukiran logam bermotif batik parang, sentuhan cat pinstriping bergaya wayang kulit, hingga rangka berbahan baja tempa lokal yang dikerjakan secara manual (*hand-built*) dengan tingkat ketelitian tingkat tinggi yang memukau para juri tamu asal Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman.

Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi menyatakan bahwa festival ini bukan sekadar ajang unjuk keindahan motor hobi, melainkan lokomotif penggerak industri kreatif kriya otomotif skala mikro dan menengah (IKM). Rantai pasok industri modifikasi terbukti menggerakkan ekonomi para tukang las sasis, perajin jok kulit, pengrajin knalpot purbalingga, pengecat airbrush, hingga produsen suku cadang buatan lokal yang kini mulai kebanjiran pesanan ekspor dari komunitas kustom luar negeri.

Kehadiran puluhan jenama suku cadang dan pakaian kustom kulture lokal di area bazaar membukukan perputaran transaksi ekonomi mencapai belasan miliar rupiah. Wisatawan mancanegara yang hadir mengapresiasi keunikan karya builder Indonesia yang dinilai memiliki karakter jiwa seni (*soul*) yang sangat otentik dibanding karya modifikator negara lain yang cenderung mengandalkan komponen pabrikan cetakan mesin massal.

Kementerian Perindustrian bersama Kemenekraf memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem Kustomfest dan berkomitmen untuk memfasilitasi legalitas uji tipe kendaraan kustom (*road legal certificate*). Regulasi yang jelas diharapkan mampu memberikan perlindungan hukum bagi karya modifikator nasional agar dapat dikendarai secara aman di jalan raya sekaligus menjadi komoditas ekspor kriya otomotif bernilai tambah tinggi.

Kustomfest 2026 telah menjadi bukti nyata bahwa tangan-tangan terampil anak bangsa mampu mengubah logam mentah menjadi karya seni otomotif adiluhung yang disegani dunia. Semangat pantang menyerah dan inovasi tanpa batas dari para builder lokal menjadi kebanggaan abadi bagi kemajuan industri kreatif Indonesia.

Selain kompetisi motor kustom, festival Kustomfest 2026 menjadi wadah pertukaran ilmu dan transfer teknologi antargenerasi melalui rangkaian lokakarya (*masterclass*) teknik rekayasa logam dan pembentukan bodi (*metal shaping*) yang dipandu langsung oleh maestro modifikator legendaris mancanegara. Puluhan pelajar SMK kejuruan otomotif turut dilibatkan sebagai asisten teknis guna menimba pengalaman langsung dari para ahli.

Pemerintah daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjadikan Kustomfest sebagai agenda unggulan pariwisata minat khusus bertaraf internasional yang konsisten mendatangkan devisa bagi daerah. Geliat ekonomi kreatif otomotif ini membuktikan bahwa hobi dan kecintaan pada dunia otomotif dapat bertransformasi menjadi sektor industri produktif yang membuka lapangan kerja bernilai tambah tinggi.

Kustomfest telah menempatkan Yogyakarta dan Indonesia di peta percaturan kustom kulture dunia. Dedikasi tanpa pamrih para kreator kriya otomotif nusantara menjadi bukti abadi bahwa karya tangan anak bangsa memiliki mutu dan estetika yang mampu bersaing sejajar dengan karya terbaik dunia.

Kustomfest menjadi bukti nyata bahwa kreativitas anak bangsa mampu menembus batas-batas geografis dan diakui di kancah dunia, menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dengan integritas dan kebanggaan budaya lokal.