JAKARTA — Kawasan perbelanjaan legendaris tertua di Ibu Kota, Pasar Baru (Passer Baroe) di Jakarta Pusat, bersiap mengalami metamorfosis tata ruang besar-besaran menyusul diselesaikannya draf rencana induk revitalisasi kawasan cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin sore. Penataan menyeluruh yang dijadwalkan mulai konstruksi awal tahun depan ini mengusung konsep distrik pedestrian modern ramah pejalan kaki (*walkable shopping district*) tanpa mengorbankan fasad arsitektur kolonial tempo dulu yang menjadi identitas historisnya.
Gubernur DKI Jakarta bersama jajaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memaparkan bahwa inspirasi penataan mengadopsi keberhasilan distrik wisata belanja Myeongdong di Seoul, Korea Selatan, yang memadukan jejak sejarah dengan kenyamanan belanja kelas dunia. Koridor jalan utama sepanjang satu kilometer di dalam gerbang Pasar Baru akan disterilkan secara permanen dari kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat, digantikan dengan ubin batu alam bertekstur, lampu jalan bergaya klasik Eropa, kanopi peneduh ramah cuaca, serta bangku-bangku santai taman kota.
Revitalisasi ini juga mengintegrasikan akses mobilitas pengunjung dengan simpul transportasi umum massal di sekitarnya. Jalur pedestrian terhubung langsung melalui koridor jembatan layang pejalan kaki (*skybridge*) yang menghubungkan halte TransJakarta Juanda, stasiun KRL Commuter Line Juanda, dan rute penyangga menuju kawasan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kemudahan aksesibilitas tanpa macet ini diyakini akan menarik ratusan ribu wisatawan nusantara dan ekspatriat kembali menikmati atmosfer belanja malam hari (*night market*).
Di sektor ekonomi kreatif dan kuliner, para pedagang kain tekstil legendaris, penjahit jas tradisional, toko kacamata bersejarah, dan gerai kuliner mi peranakan tempo dulu yang telah beroperasi selama puluhan tahun akan diberikan pendampingan modernisasi sistem pembayaran digital nirsentuh (QRIS) dan penataan pencahayaan etalase toko. Panggung terbuka seni jalanan dan pertunjukan musik akustik akhir pekan disediakan secara teratur untuk menghidupkan ruang publik anak-anak muda.
Asosiasi Pedagang Pasar Baru menyambut optimis rencana revitalisasi ini. Bagi para pemilik toko lintas generasi, penataan kawasan yang bersih, aman, dan estetik merupakan jawaban yang telah lama dinantikan guna mengembalikan kejayaan Pasar Baru sebagai pusat perbelanjaan paling prestisius di Jakarta di tengah persaingan mal-mal megah modern.
Melestarikan memori masa lalu dan menyuntikkan denyut kehidupan masa depan adalah seni menata kota yang berkeadaban. Revitalisasi Pasar Baru membuktikan bahwa Jakarta terus berbenah menjadi kota global yang menghargai warisan cagar budayanya, menghadirkan ruang publik yang inklusif dan mempesona bagi seluruh warganya.
Dalam rencana penataannya, Pemprov DKI Jakarta juga mengalokasikan ruang khusus bagi sentra kuliner halal higienis dan kafe-kafe estetik bernuansa warisan budaya yang terintegrasi dengan pertunjukan seni budaya jalanan. Transformasi ini dirancang untuk menarik generasi muda dan wisatawan mancanegara agar betah berlama-lama menikmati suasana kota tua Jakarta pada sore hingga malam hari.
Revitalisasi Pasar Baru membuktikan bahwa modernisasi perkotaan tidak harus menghapus jejak sejarah masa lalu. Dengan sentuhan desain tata ruang yang ramah manusia dan integrasi transportasi publik yang handal, kawasan cagar budaya dapat bertransformasi menjadi magnet ekonomi kreatif dan pariwisata urban terdepan di Asia Tenggara.
Penataan kawasan cagar budaya yang terintegrasi dengan denyut ekonomi modern menjadi bukti bahwa identitas sejarah Jakarta dapat terus dirawat secara berkelanjutan. Pasar Baru bersiap menyambut era keemasan baru sebagai ruang publik wisata kota yang membanggakan bagi seluruh warga ibu kota dan nusantara.