Sentimen positif pasar modal Indonesia kian menguat menjelang penutupan perdagangan sesi pertama hari ini. Masuknya aliran modal asing (capital inflow) dalam jumlah signifikan pada pasar obligasi pemerintah membuktikan terjaganya kepercayaan investor global terhadap fundamental makroekonomi domestik.

Mengutip data pasar terkini dari LKBN ANTARA dan Bank Indonesia, tercatat arus beli bersih investor non-residen di pasar SBN mencapai lebih dari Rp4,8 triliun dalam pekan berjalan. Tingginya imbal hasil riil (real yield) Indonesia yang kompetitif serta stabilitas laju inflasi menjadi daya tarik utama dibandingkan pasar negara berkembang sekelasnya.

Masuknya dana asing tersebut memberikan dorongan likuiditas valas yang signifikan, sehingga nilai tukar rupiah bergerak menguat stabil di pasar spot antarbank. Bank Indonesia menilai kondisi ini memperkokoh ruang ketahanan eksternal cadangan devisa serta mengurangi tekanan premi risiko investasi nasional (credit default swap).

Para analis pasar modal memproyeksikan stabilitas moneter ini akan memicu penurunan biaya dana (cost of funds) bagi korporasi domestik yang berencana menerbitkan obligasi untuk ekspansi belanja modal. Dengan iklim investasi yang kondusif, sektor riil diharapkan dapat mencatatkan laju pertumbuhan lebih tinggi pada kuartal akhir tahun ini.