Upaya menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan riil sektor industri manufaktur terus diperkuat melalui program 'link and match' berskala besar. Kemitraan strategis ini menjamin kurikulum pendidikan politeknik disusun bersama praktisi pabrik sehingga lulusan memiliki kompetensi kerja teruji.

Sebagaimana dilaporkan oleh portal InfoPublik.id, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menandatangani nota kesepahaman dengan 30 asosiasi industri terkemuka di bidang mekatronika, otomasi industri, kimia terapan, dan elektronika daya. Kerja sama ini mencakup skema magang bersertifikat selama satu tahun penuh di lini produksi pabrik mitra.

Selain revisi modul praktikum, industri mitra berkomitmen menempatkan insinyur senior sebagai dosen praktisi tamu di kampus politeknik. Sebagai imbal balik, politeknik membuka fasilitas laboratorium pengujian untuk membantu riset terapan dan inovasi proses produksi industri lokal.

Menteri Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa skema dual system ini menjadi kunci mencetak teknisi terampil berdaya saing global. Melalui kontrak serapan kerja awal bagi mahasiswa berprestasi, tingkat pengangguran terdidik diharapkan dapat ditekan serendah mungkin.