Peralihan musim dari kemarau menuju musim penghujan (pancaroba) yang ditandai dengan fluktuasi suhu ekstrem dan kelembapan udara tinggi berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan dan infeksi tular vektor. Pemerintah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan sanitasi lingkungan.

Mengutip keterangan resmi Kementerian Kesehatan yang disiarkan LKBN ANTARA, pemantauan epidemiologis mingguan mencatat kenaikan tren kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta demam berdarah dengue (DBD) di beberapa wilayah perkotaan padat penduduk. Genangan air hujan pada wadah terbuka menjadi tempat perindukan ideal bagi jentik nyamuk Aedes aegypti.

Kemenkes menginstruksikan seluruh puskesmas menyiagakan alat tes cepat (rapid diagnostic test) antigen dengue dan stok cairan infus guna memastikan penanganan pasien tidak terlambat. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus—menguras, menutup, dan mendaur ulang—diimbau digalakkan kembali secara serentak di tingkat RT/RW.

Masyarakat juga disarankan menjaga kecukupan asupan cairan harian, memperbanyak konsumsi sayur buah kaya vitamin C, serta mengenakan masker saat beraktivitas di ruang terbuka berdebu. Deteksi dini gejala demam tinggi yang tidak turun selama dua hari harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.