Bank Indonesia (BI) merilis asesmen berkala mengenai ketahanan sektor eksternal nasional pada Selasa malam. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal ketiga 2026 menunjukkan performa yang solid, didukung oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan barang dan aliran masuk modal investasi portofolio.

Mengutip siaran pers Departemen Komunikasi Bank Indonesia, defisit transaksi berjalan diperkirakan tetap berada pada kisaran rendah dan aman, yakni di bawah 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kinerja ekspor manufaktur bernilai tambah, seperti komponen hilirisasi nikel dan produk elektronik, terbukti mampu mengimbangi tekanan normalisasi harga komoditas tambang global.

Selain itu, neraca transaksi modal dan finansial mencatatkan surplus yang kokoh berkat derasnya aliran investasi langsung (FDI) dan minat pemodal asing pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Bank Indonesia menegaskan bahwa posisi cadangan devisa nasional yang berada di atas 140 miliar dolar AS sangat memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan secara berkelanjutan.